Berita Nasional

Sosok Mukhamad Misbakhun yang Setuju Pernyataan Prabowo Orang di Desa Gak Pakai Dolar

Menurut Misbakhun, masyarakat di level akar rumput pada dasarnya tidak terlibat langsung dalam transaksi berbasis dolar AS

Tayang:
Instagram @mmisbakhun
KETUA KOMISI- Mukhamad Misbakhun adalah Ketua Komisi XI DPR RI yang juga merupakan ;politisi Partai Golkar. Ia buru-buru pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat usai disindir Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS.

Di tengah situasi tersebut, Misbakhun menyatakan sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat, khususnya di pedesaan, untuk tidak panik menghadapi fluktuasi kurs.

Menurut Misbakhun, masyarakat di level akar rumput pada dasarnya tidak terlibat langsung dalam transaksi berbasis dolar AS sehingga dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara langsung dalam aktivitas harian.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dollar," kata Misbakhun, Minggu (17/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Ia menambahkan bahwa dampak terbesar justru dirasakan oleh sektor yang bergantung pada impor dan kelompok masyarakat dengan aktivitas internasional.

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," ujarnya melanjutkan.

Mukhamad Misbakhun
Mukhamad Misbakhun (Instagram @mmisbakhun)

Misbakhun Nilai Pesan Prabowo untuk Menjaga Psikologi Publik

Sebagai Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Misbakhun melihat pernyataan Presiden Prabowo bukan sekadar respons politik, melainkan upaya menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar tidak terpengaruh isu ekonomi global.

Menurut dia, penggunaan rupiah sebagai alat transaksi utama di Indonesia menjadi alasan masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap pergerakan dolar AS.

"Karena memang rupiah menjadi alat transaksi di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi tidak menggunakan dollar, menggunakan rupiah. Dan inilah yang menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucapnya.

Meski demikian, politikus Partai Golkar tersebut mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan otoritas moneter.

Desak Bank Indonesia Stabilkan Rupiah

Dalam pernyataannya, Misbakhun secara khusus meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan nilai tukar rupiah.

Ia menilai posisi rupiah saat ini sudah terlalu jauh dari asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2024.

"Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai," tutur Misbakhun.

Misbakhun juga menyoroti potensi dampak lanjutan terhadap sektor industri nasional. Menurutnya, pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga bahan baku impor yang kemudian berimbas pada inflasi.

Ia mengingatkan bahwa sektor industri yang masih bergantung pada impor akan menghadapi tekanan lebih besar apabila kurs rupiah terus melemah.

Pertanyakan Fundamental Ekonomi yang Disebut Kuat

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved