Berita Viral
BIDAN Digerebek Ngamar dengan Anggota DPRD, Tapi Bantah Berzina: Kami Cuma Makan Bareng
Bidan digerebek suaminya ngamar dengan anggota DPRD inisial TR. Perselingkuhan ini terjadi di rumah dari anggota DPRD
Masalah perselingkuhan bisa terjadi di antara individu karena dipicu oleh banyak faktor, mulai dari latar belakang, kondisi hubungan, pekerjaan hingga tingkat pendidikan, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun.
"Sebenarnya masalah perilaku selingkuh itu bisa disebabkan banyak faktor, jadi bukan berarti karena dia profesi A, pasti ada kemungkinan dia melakukan selingkuh," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.
Dengan kata lain, terjadinya perselingkuhan itu melibatkan banyak aspek dan tidak berkaitan dengan profesi tertentu.
Tetapi ada beberapa hal yang dikatakan Ikshan bisa memengaruhi seseorang yang untuk berselingkuh dari pasangan sahnya, antara lain:
1. Self esteem yang rendah
Perilaku selingkuh lebih sering dikaitkan dengan individu dengan self-esteem rendah.
Mereka akan terus menerus mencari peluang supaya dirinya merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.
"Contoh dia merasa tidak percaya diri karena pasangannya terlalu mandiri dan independen, jadi dia merasa kurang berharga, sehingga mencari alternatif agar tetap berharga dengan mencari pasangan lain yang bergantung padanya," tutur Ikhsan.
2. Kebutuhan tidak terpenuhi
Perselingkuhan lebih mungkin terjadi karena ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Misalnya, kebutuhan akan rasa cinta, rasa aman, kebutuhan seksual, kebutuhan akan apresiasi atau kebutuhan lainnya.
"Dia merasa pasangannya tidak memenuhi kebutuhan, sehingga pelaku mencari kebutuhan itu dari orang lain," tambahnya.
3. Tidak memiliki self-control yang baik
Self-control dapat menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seseorang, termasuk kemungkinan terlibat dalam perselingkuhan.
Self-control merupakan kemampuan untuk mengelola, mengendalikan emosi.
Di dalam situasi yang rentan, misalnya ketidakpuasan dalam hubungan, mereka cenderung memilih "jalan pintas" demi memenuhi apa yang diinginkan.
"Padahal jika punya kontrol diri yang baik, mungkin dapat menahan dorongan negatifnya itu, mencari alternatif pemecahan masalah dan memilih untuk mengkomunikasikannya kepada pasangan apa yang dirasa perlu dilakukan untuk hubungan yang dijalani," tutup Ikshan.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribun-jatim
| Diminta Uang Pengganti Rp5,6 T, Kuasa Hukum Klaim Harta Nadiem Makarim Turun Selama Jadi Menteri |
|
|---|
| POLISI BURU Bandar Utama Pemasok Narkoba untuk AKP Yohanes Bonar Hutapea yang Berada di Medan |
|
|---|
| KRONOLOGI Suami Pergoki Istri Selingkuh dengan Aparat Desa, Diduga Sudah 5 Tahun, Kini Dilaporkan |
|
|---|
| Nasib Advokat Marcella Santoso Penyuap Hakim, Ajukan Banding Malah Hukuman Diperberat Jadi 15 Tahun |
|
|---|
| CURHAT TKW di Taiwan, Anaknya yang Masih 10 Tahun Dicabuli Ayah Kandung, Minta Bantuan Hotman Paris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Oknum-Kades-digerebek-selingkuh-bareng-mama-muda-di-kamar-kos_.jpg)