Berita Nasional

Kesalahan Prabowo Sebut Warga Desa Tak Pakai Dolar: Bapak Dibohongi Orang-orang Bapak

Pernyataan Prabowo itu disayangkan banyak pihak di tengah nilai tukar Rupiah yang semakin melemah belakangan ini.

Tayang:
Instagram @prabowo
KTT ASEAN- Presiden menghadiri Plenary Session bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya untuk merumuskan arah dan tujuan strategis Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN. 

Kemudian Ferry menyebut bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan penting, seperti bahan bakar minyak (BBM), kedelai, gula, bahkan jagung dan beras.

Kata Ferry, semua barang yang diimpor dibayar dengan menggunakan dolar. Maka, harga barang impor akan ikut semakin mahal jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah.

"Bapak inget, impor BBM itu bayar pakai apa Pak, kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena, Pak," ujar alumnus Erasmus University Rotterdam itu.

"Dolar naik, harga minyak naik, emang produksi enggak pakai minyak, Pak? Itu akan dipasang ke harga konsumen akhir ya, sampai sekarang minyak goreng aja Pak, itu udah naik 25 persen, lho. Yang harga Rp36 ribu, udah Rp45 ribu, itu akibat dolar naik, harga minyak naik."

"Kita membayar minyak yang kita impor itu, pakai dolar, Pak."

"Apakah orang desa itu tidak pakai minyak goreng? Kan pakai minyak goreng, Pak. Di mana-mana orang pakai minyak goreng."

"Belum lagi, Pak gula kita masih impor, belum lagi yang namanya kacang kedelai, untuk tahu tempe yang makanan orang kampung, orang desa, itu, kalau kita impor, bayarnya dalam dolar, Pak."

"Belum lagi, jagung, belum lagi beras kalau kita masih impor, itu semua bayarnya pakai dolar, Pak.

Duga Prabowo Tak Dapat Informasi yang Benar

Ferry Latuhihin yang pernah menjadi Penasihat Ahli di Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu juga menjelaskan, jika nilai dolar dan harga minyak dunia naik, maka masyarakat selaku konsumen, termasuk warga pedesaan, akan terkena dampaknya.

Sebab, biaya produksi barang kebutuhan sehari-hari terpengaruh dengan kurs Rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi, Bapak salah kalau Bapak bilang orang kampung, orang desa tidak pegang dolar, tidak berpengaruh pada mereka." tegas Ferry.

Ferry lantas menggarisbawahi, warga desa terutama yang berada di kelas menengah ke bawah akan semakin terdampak oleh melemahnya nilai tukar Rupiah.

"Memang mereka tidak pegang dolar —pegang rupiah juga kadang-kadang kok, namanya orang desa enggak punya income apa-apa— Tapi, kalau Bapak bilang, orang desa tidak pegang dolar dan tidak menjadi korban daripada dolar, Bapak salah," papar Ferry.

Kemudian, Ferry menduga, kemungkinan Prabowo mendapat informasi yang tidak tepat dari orang-orang di sekitarnya. 

"Bapak dibohongin oleh orang-orang Bapak," tegasnya.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Tribunnews.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved