Berita Nasional

Kesalahan Prabowo Sebut Warga Desa Tak Pakai Dolar: Bapak Dibohongi Orang-orang Bapak

Pernyataan Prabowo itu disayangkan banyak pihak di tengah nilai tukar Rupiah yang semakin melemah belakangan ini.

Tayang:
Instagram @prabowo
KTT ASEAN- Presiden menghadiri Plenary Session bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya untuk merumuskan arah dan tujuan strategis Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rakyat desa tak pakai dolar menjadi sorotan publik.

Pernyataan Prabowo itu disayangkan banyak pihak di tengah nilai tukar Rupiah yang semakin melemah belakangan ini.

Hal ini seperti yang disampaikan pengamat ekonomi Prof. Ferry Latuhihin.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah mencetak rekor paling lemah terbaru pada Jumat (15/5/2026) siang pukul 12.00 WIB kemarin, yakni menyentuh Rp17.601 per dolar AS.

Sebelumnya, Rupiah sempat bertengger di salah satu titik terlemah sepanjang sejarah juga, yakni saat penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), di mana Rupiah ditutup di level Rp 17.529 per dolar AS.

Menurunnya nilai tukar Rupiah menuai sejumlah sorotan dan kritikan dari berbagai pihak yang mengkhawatirkan situasi ekonomi Indonesia akan kolaps.

Menanggapi kritikan tersebut, Prabowo justru percaya diri menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman, bahkan dibandingkan dengan negara lain. 

Ia optimis, Indonesia mendapat karunia banyak dari Tuhan.

Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu juga bilang masyarakat di pedesaan tidak memakai dolar.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu, itu apa saya nggak mengerti ya, sebentar sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa, iya kan?" ujar Prabowo saat berpidato dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

"Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa."

Sebut Prabowo Salah Besar

Ferry Latuhihin tegas menyatakan bahwa pernyataan Prabowo yang menyebut rakyat desa tidak memakai dolar sehingga tidak terpengaruh melemahnya Rupiah salah besar.

Kata Ferry, melemahnya nilai tukar Rupiah dan kenaikan dolar berdampak pada semua lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pedesaan meski tidak memegang dolar.

"Salah Pak, kalau dolar naik semua orang kena, Pak. Orangutan juga kena, Pak," kata Ferry, dikutip dari video yang diunggah di akun media sosial X (dulu Twitter) milik founder lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio, @satriohendri, Sabtu (16/5/2026) via Tribunnews.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved