Berita Nasional

Ditjen Pas Ungkap Alasan Ferdy Sambo Bisa Kuliah S2 Teologi dari Dalam Penjara

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kabar tersebut.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOLASE VIDEO
Kegiatan Praise and Worship bertema Unchained: A New Creation yang dipimpin Ferdy Sambo sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan pembinaan kerohanian bagi para warga binaan melalui Gereja Oikumene Terang Dunia Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong, Jawa Barat, Jumat (12/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kabar terbaru mengenai mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo, yang menjalani pendidikan program magister atau S2 dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) viral di medsos.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar unggahan di media sosial yang menunjukkan Ferdy Sambo bersama sejumlah warga binaan lainnya dalam kegiatan pendidikan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kabar tersebut.

Pihak Ditjen Pas membenarkan bahwa Ferdy Sambo saat ini memang mengikuti program pendidikan Magister Teologi melalui jalur beasiswa yang diberikan oleh Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI).

Program tersebut disebut bukan bentuk perlakuan khusus terhadap Ferdy Sambo, melainkan bagian dari hak pendidikan yang dimiliki seluruh warga binaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Cibinong telah menjalin kerja sama dengan STGGI dalam penyediaan program pendidikan bagi warga binaan beragama Nasrani.

“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” ujar Rika saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).

Kuliah Dilakukan Secara Daring dari Dalam Lapas

Rika menjelaskan bahwa proses perkuliahan Ferdy Sambo dilakukan secara daring atau online dari dalam Lapas Cibinong.

Sistem pembelajaran daring sendiri merupakan metode pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan jaringan internet dan perangkat digital sehingga mahasiswa dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus hadir langsung di kampus.

Dalam konteks lembaga pemasyarakatan, metode daring dianggap menjadi solusi agar warga binaan tetap dapat mengakses pendidikan formal tanpa harus keluar dari area lapas.

Menurut Ditjen Pas, seluruh proses pendidikan tersebut dijalankan secara terbuka dan sesuai aturan yang berlaku. Pihak lapas juga disebut tidak memberikan perlakuan istimewa kepada Ferdy Sambo selama mengikuti program pendidikan.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Rika.

Program pembinaan di lembaga pemasyarakatan memang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan, pendidikan, hingga pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Dalam sistem pemasyarakatan Indonesia, warga binaan didorong agar tetap memiliki kesempatan memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah akses terhadap pendidikan formal maupun nonformal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved