Iran Vs Amerika Serikat

Trump Menolak Proposal Damai Iran yang Minta Ganti Rugi Rp 4.000 Triliun, Timur Tengah Panas Lagi

Kini dunia menunggu arah berikutnya dari konflik yang berpotensi mengubah peta geopolitik global tersebut.

Tayang:
Pinterest
PRESIDEN AS- Gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amerika Serikat menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar energi global. 

TRIBUN-MEDAN.com - Amerika Serikat menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar energi global.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase berbahaya setelah Presiden AS Donald Trump dengan tegas menolak proposal tersebut.

"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya — SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump di Truth Social.

Penolakan tersebut langsung memicu gejolak baru di pasar internasional, seperti dilaporkan www.aljazeera.com, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Ketua KPK Blak-blakan Ngurus Koruptor Banyak Makan Biaya, Uang Negara Terkuras Beri Makan-Baju

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam karena investor khawatir konflik berkepanjangan akan mengganggu distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Di tengah tekanan ekonomi, ancaman militer, dan perang pengaruh regional, negosiasi antara Washington dan Teheran kini terlihat semakin jauh dari titik damai.

Iran Sebut Proposalnya “Realistis dan Positif”

Seorang pejabat Iran yang berbicara kepada Al Jazeera dengan syarat anonim menyebut respons terbaru Teheran terhadap proposal 14 poin dari Amerika Serikat sebagai langkah “realistis dan positif”.

Baca juga: Penjelasan Kolonel Inf Jani Setiadi Berani Bubarkan Nobar Film Pesta Babi, Sebut Narasi Provokatif

Menurut pejabat tersebut, proposal Iran difokuskan pada penghentian perang secara menyeluruh di kawasan, khususnya di Lebanon, serta upaya menyelesaikan perselisihan strategis dengan Washington.

Iran juga mengajukan beberapa poin utama yang selama ini menjadi inti konflik, antara lain:

  • Negosiasi mengenai status Selat Hormuz.
  • Masa depan program nuklir Iran.
  • Pencabutan total sanksi ekonomi.
  • Mekanisme internasional yang menjamin pelaksanaan kesepakatan.
  • Pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Teheran menegaskan bahwa seluruh usulan itu disusun berdasarkan “kepentingan tertinggi negara” dan hasil konsultasi dengan negara-negara kawasan.

Namun proposal tersebut langsung ditolak Trump.

Hingga kini, Trump belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penolakan terhadap tawaran Iran.

Namun sejumlah analis menilai hampir seluruh poin yang diajukan Teheran menyentuh garis merah kebijakan luar negeri Washington.

Pemerintah AS secara konsisten menolak:

  • Ambisi nuklir Iran.
  • Pengaruh regional Teheran.
  • Dukungan terhadap kelompok seperti Hamas dan Hizbullah.
  • Kontrol Iran terhadap Selat Hormuz.
  • Washington juga menilai Iran tidak boleh memiliki kemampuan militer yang dapat mengancam Israel maupun sekutu-sekutu Amerika di Timur Tengah.
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved