Iran Vs Amerika Serikat

Trump Menolak Proposal Damai Iran yang Minta Ganti Rugi Rp 4.000 Triliun, Timur Tengah Panas Lagi

Kini dunia menunggu arah berikutnya dari konflik yang berpotensi mengubah peta geopolitik global tersebut.

Tayang:
Pinterest
PRESIDEN AS- Gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amerika Serikat menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar energi global. 

Reporter Al Jazeera dari Washington, Rosiland Jordan, mengatakan pemerintahan Trump tampaknya tidak ingin memberikan konsesi pada isu-isu strategis yang dianggap dapat memperkuat posisi Iran.

“Setiap poin yang diajukan Iran menyentuh area yang tidak ingin dikalahkan oleh Amerika Serikat,” lapornya.

Selat Hormuz Jadi Titik Perebutan Paling Panas

Salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi adalah Selat Hormuz — jalur laut sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Iran menuntut pengakuan atas kedaulatannya di kawasan tersebut, termasuk hak mengenakan biaya transit kapal serta pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebaliknya, Trump menegaskan blokade akan tetap berlangsung sampai tercapai kesepakatan final.

Konflik di Selat Hormuz kini menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global. Gangguan kecil saja di kawasan itu dapat langsung memicu lonjakan harga energi dunia.

Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Pasar global bereaksi cepat setelah kabar penolakan proposal Iran muncul.

Harga minyak Brent melonjak 2,69 persen menjadi 104,01 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,24 persen menjadi 98,51 dolar AS per barel.

Lonjakan tersebut memperpanjang kenaikan harga pada perdagangan sebelumnya dan memicu kekhawatiran baru mengenai inflasi global.

Investor menilai kebuntuan diplomatik antara Washington dan Teheran dapat memperbesar risiko gangguan distribusi energi internasional dalam jangka panjang.

Iran Tuntut Ganti Rugi Perang Rp4.000 Triliun

Dalam proposalnya, Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

Nilai ganti rugi yang diminta mencapai sekitar 270 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp4.000 triliun.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved