Berita Viral
PENGAKUAN Kuswandi Bantu Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Terima Rp 150 Juta, Kini Ikut Diseret
Pelarian Ashari (51) kiai cabul di Pati dibantu oleh pria bernama Kuswandi. Ashari kabur dan berpindah-pindah lokasi demi menghindari kejaran Polisi.
Namun, ia mengeklaim uang tersebut diperuntukkan bagi biaya operasional serta pembayaran jasa pengacara.
"Itu katanya buat bantu cari lawyer, untuk operasional saya, makan, dan sebagainya," tambahnya.
Kuswandi pun langsung berangkat ke Bekasi untuk bertemu dengan penasihat hukum baru di lobi salah satu apartemen.
"Kemarin sore itu saya sebetulnya mau balik ke Pati menyelesaikan kasus ini. Saya bahkan sempat telepon Pak Ashari, saya minta beliau pulang ke Pati karena saya sudah dapat pengacara. Pak Ashari nggak mau, bilang sedang di Wonogiri. Tapi (sebelum pulang ke Pati) saya sudah dijemput (oleh polisi) di Bekasi. Polisi tanya, saya kasih tahu Pak Ashari di Wonogiri. Saya diajak ke sana," jelas dia.
Kuswandi juga mengaku ada tindakan kekerasan fisik yang dialaminya saat proses penangkapan oleh petugas.
"Saya dipukulin nih sama anggota," keluhnya.
Ditanya mengapa bersedia membantu Ashari, Kuswandi mengatakan, sejauh ini dirinya meyakini Ashari tidak bersalah.
"Karena dia kiai, dia bilang demi Allah tidak berbuat zina. Saya pun siap membantu. Karena pembuktian zina kan tidak sembarangan. Proses hukumnya juga saya belum tahu. Saya sama Pak Ashari sudah kenal lama tapi tidak akrab," kata dia.
Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Kuswandi, Donny Andretti, mengecam prosedur penangkapan yang dianggap mengabaikan hak-hak kliennya dan keluarganya.
Donny menyebut pihak keluarga sempat mengira Kuswandi hilang atau diculik karena tidak ada pemberitahuan resmi dari kepolisian selama lebih dari 24 jam.
"Apa bedanya penangkapan dengan penculikan kalau keluarga tidak tahu di mana, HP ditahan, tidak bisa kasih kabar istri? Anak Pak Kuswandi ini bahkan tahu keberadaan bapaknya ketika melihat video viral (penangkapannya) di media sosial," tegas Donny.
Pihaknya pun oleh istri Kuswandi ditunjuk menjadi kuasa hukum.
"Istri beliau memberi kami kuasa untuk mengurus suaminya yang tidak pulang ke rumah dan tidak ada surat penangkapan atau informasi apa pun dari polisi kepada keluarga. Hari ini Pak Kuswandi juga sudah tanda tangan kuasa," ucap dia.
Donny menyatakan akan mendalami laporan kliennya terkait dugaan penganiayaan selama proses penangkapan.
"Yang kami tegaskan begini, penegakan hukum itu nomor satu, tapi jangan sampai melanggar hukum. Salah satunya adalah penangkapan terhadap klien kami. Seharusnya keluarga diberitahu kalau sudah ganti hari. Apa bedanya penangkapan dengan penculikan kalau keluarga tidak tahu di mana, HP ditahan, tidak bisa kasih kabar istri?" ungkap Donny.
| SAID DIDU Bikin Kontroversi: Tuding Pendukung Jokowi Inginkan Pemakzulan Prabowo |
|
|---|
| PRABOWO Belanja Jet Tempur Tanpa Awak Buatan Turki Disorot Malaysia: Beralih ke Teknologi Siluman |
|
|---|
| SELAMAT dari Kecelakaan Bus yang Terbakar, Kernet ALS Trauma, Pilih Berhenti Lalu Nikahi Kekasih |
|
|---|
| Keterangan Saksi Ahli Psikolog dari TNI, Sebut 4 Penyiram Air Keras Masih Layak Jadi Prajurit |
|
|---|
| PENYEBAB Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto, Pelaku Ketahuan Aniaya Istri, Merasa tak Dihargai Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kuswandiiisdffg.jpg)