Berita Internasional

Donald Trump akan Temui Xi Jinping Pertengahan Mei 2026, Konflik AS dan Iran Jadi Topik Pembahasan

Pertemuan yang akan berlangsung di Beijing pada 14–15 Mei tersebut dipastikan akan membahas sejumlah isu strategis

Tayang:
Istimewa
PERANG DAGANG TRUMP: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru untuk semua impor ke Amerika Serikat dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain, termasuk beberapa mitra dagang terbesar AS. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.com - Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertengahan Mei 2026 dipandang sebagai salah satu agenda geopolitik paling penting tahun ini.

Pertemuan yang akan berlangsung di Beijing pada 14–15 Mei tersebut dipastikan akan membahas sejumlah isu strategis, dengan konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu topik utama.

Agenda ini sebelumnya sempat mengalami penundaan dari jadwal awal pada April 2026.

Penundaan tersebut terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak luas terhadap stabilitas regional maupun global.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (5/5/2026), Donald Trump secara langsung mengonfirmasi bahwa isu Iran akan menjadi bagian penting dalam pembicaraan bilateral tersebut.

“Saya akan membicarakan itu (Iran). Itu akan menjadi salah satu topik,” ujarnya.

Presiden China Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan ketua Komisi Militer Pusat (CMC) dan panglima pusat komando pertempuran gabungan CMC, berbicara selama tur inspeksinya ke pusat komando. Xi Jinping pada hari Jumat menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan perang mereka. (Xinhua/Li Gang)
Presiden China Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan ketua Komisi Militer Pusat (CMC) dan panglima pusat komando pertempuran gabungan CMC, berbicara selama tur inspeksinya ke pusat komando. Xi Jinping pada hari Jumat menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan perang mereka. (Xinhua/Li Gang) (Xinhua/Li Gang)

Pertemuan ini tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran dunia internasional.

Konflik ini bukan hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga memengaruhi jalur perdagangan global, terutama di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut penting yang dilalui sekitar sepertiga pasokan minyak dunia.

Gangguan di wilayah ini dapat menyebabkan lonjakan harga energi global dan berdampak langsung pada inflasi di berbagai negara.

Dalam konteks ini, pertemuan antara Trump dan Xi Jinping dinilai sebagai upaya untuk mencari jalan keluar diplomatik.

Amerika Serikat disebut ingin mendorong China agar menggunakan pengaruhnya terhadap Iran guna membantu meredakan konflik.

China memiliki posisi strategis dalam isu ini karena hubungan ekonominya yang kuat dengan Iran serta negara-negara di kawasan Teluk.

Hal ini menjadikan Beijing sebagai salah satu aktor kunci yang berpotensi memengaruhi arah penyelesaian konflik.

Sikap China Dinilai Tidak Konfrontatif

Dalam pernyataannya, Trump juga menyoroti sikap China yang menurutnya tidak bersikap konfrontatif terhadap kebijakan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved