Berita Internasional
Cemburu Berujung Maut, Pria Aniaya Kekasihnya hingga Tewas lalu Sembunyikan Jasad selama 17 Hari
Seorang pria tega menganiaya kekasihnya yang masih berusia 19 tahun hingga meninggal dunia.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria tega menganiaya kekasihnya yang masih berusia 19 tahun hingga meninggal dunia.
Tidak hanya itu, pelaku juga menyembunyikan jasad korban di dalam kamar dan tetap tinggal bersama tubuh tak bernyawa tersebut selama 17 hari dengan cara menyamarkan bau menggunakan arang.
Dikutip dari Mstar.com, Selasa (5/5/2026), kasus ini terungkap setelah warga sekitar mencium bau busuk yang menyengat dari salah satu unit kamar di gedung 52.
Bau tersebut menimbulkan kecurigaan hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang.
Ayah korban, Sayan (56), mengaku menerima informasi dari tetangga mengenai bau menyengat yang berasal dari kamar milik Thanathun (34), yang merupakan kekasih putrinya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Kepolisian Khan Na Yao segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Saat petugas tiba, pelaku diketahui membuka pintu kamar tanpa perlawanan. Di dalam kamar, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Selain itu, ditemukan pula jasad seorang perempuan bernama Irene atau Yie (19) dalam kondisi mengenaskan. Korban ditemukan dalam keadaan tanpa busana, tubuhnya telah membengkak dan terdapat sejumlah luka memar di beberapa bagian.
Tidak hanya itu, petugas juga menemukan ibu kandung pelaku yang dikurung di dalam ruangan lain di unit yang sama.
Perempuan tersebut tidak diperbolehkan keluar selama kejadian berlangsung. Polisi kemudian langsung mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia menyatakan telah menganiaya korban hingga meninggal dunia. Motif tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh rasa cemburu yang dipicu oleh kondisi pelaku yang berada dalam pengaruh narkoba, sehingga mengalami halusinasi.
Setelah korban meninggal, pelaku tidak melarikan diri. Sebaliknya, ia tetap tinggal di dalam kamar bersama jasad korban. Untuk mengurangi bau tidak sedap yang timbul akibat pembusukan, pelaku menggunakan arang masak yang dioleskan ke seluruh tubuh korban.
Selama 17 hari, pelaku menjalani aktivitas sehari-hari seperti makan dan tidur di dalam kamar yang sama dengan jasad tersebut.
Keberadaan jasad baru terungkap setelah kondisinya membusuk parah dan menimbulkan bau yang tidak dapat lagi disamarkan, sehingga tercium oleh warga sekitar.
Ayah korban mengungkapkan kesedihan mendalam atas kejadian yang menimpa putrinya. Ia menyebut bahwa dirinya telah berulang kali memperingatkan korban agar menjauhi pelaku, yang dikenal memiliki sifat temperamental dan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
| Ikuti Ibu Diam-diam karena Takut Jadi Korban Penipuan, Sang Anak Justru Temukan Bukti Perselingkuhan |
|
|---|
| Pengantin Pria Ditembak Mati saat Menuju Lokasi Pernikahannya, Sempat Terima Ancaman |
|
|---|
| Sang Anak Heran Ayahnya Putuskan Hubungan dengan Kekasih, Ternyata Selingkuh dengan Paman |
|
|---|
| Hamil 3 Bulan, Wanita Ini Pilih Gugurkan Kandungan setelah Dimarahi Suami karena Beli Buah |
|
|---|
| Keputusan AS Kawal Kapal Melewati Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Jangan Menganggu: Mereka Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pria-aniaya-kekasihnya-hingga-tewas-karena-termakan-api-cemburu.jpg)