Berita Viral
Nasib Oknum Kiai AS Ditetapkan Tersangka, Diduga Setubuhi Puluhan Santriwatinya
Polisi menetapkan pria AS, oknum kiai sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya.
Pihak Yayasan Serahkan pada Proses Hukum
Terpisah, Ketua Yayasan Ndholo Kusumo, Ahmad Sodik angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan santriwati yang dilakukan oleh oknum kiai tersebut.
Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam peristiwa yang sedang menjadi sorotan publik itu. “Saya sebagai Ketua Yayasan Ndholo Kusumo bukan pelaku. Mohon jangan digoreng. Biarkan nanti hukum yang berbicara,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).
Sodik juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan oknum yang diduga melakukan pencabulan kepada para santriwati.
Bahkan, ia menegaskan bahwa individu tersebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari yayasan. “Sudah saya lepas. Sudah tidak termasuk anggota yayasan. Semua sudah saya ganti,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa yayasan kini tidak memiliki tanggung jawab terhadap oknum tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak berwenang.
Terkait informasi bahwa laporan sudah muncul sejak 2024, Ahmad Sodik mengaku mengetahui adanya laporan tersebut.
Namun, Sodik mengaku tidak memahami secara detail mengapa proses hukum sempat terhenti. “Saya tahu 2024 itu sudah ada laporan. Tapi saya tidak tahu kenapa berhenti,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada laporan langsung dari korban maupun orang tua santri kepada pihak yayasan. “Tidak pernah dilaporkan ke saya. Saya juga tidak tahu seluk-beluk kegiatan di pondok,” jelasnya.
Menurutnya, yayasan dan pengelolaan pondok merupakan dua hal yang berbeda dan tidak saling mencampuri.
Bahkan, ia menyebut pondok tersebut berdiri sendiri meski menggunakan nama yang sama. “Pondok itu di luar yayasan. Hanya memakai nama saja. Sekarang sudah saya lepas,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sodik mengaku yayasan mengalami kerugian besar akibat kasus ini, terutama dari sisi kepercayaan masyarakat dan jumlah santri. “Kerugian banyak sekali, terutama murid. Nama yayasan juga tercoreng,” katanya.
Meski demikian, Sodik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses hukum agar kasus ini diusut tuntas secara transparan.
“Saya mendukung sekali, usut tuntas. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Aksi Unjuk Rasa Warga
Kiai Cabul
kiai cabuli santriwati
Kiai di Pati Cabuli Santriwatinya
Kasus pencabulan puluhan santriwati di Pati
| KERICUHAN May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Orang Tersangka: Konsumsi Tramadol Sebelum Aksi |
|
|---|
| FENOMENA Pengantin Wanita Pesanan ke China di Jawa Barat, Modus Mirip Kawin Kontrak |
|
|---|
| AKSI May Day Disusupi Pihak Anarkis, Polisi Temukan Bahan Peledak hingga Ketapel, 101 Orang Terlibat |
|
|---|
| JEJAK Karier dan Harta Kekayaan Polwan AKBP Heti Patmawati, Raih Penghargaan IAWP 2026 |
|
|---|
| SOSOK Marfina Wanita Paruh Baya Sudah Menikah Sebanyak 15 Kali, Sekarang Punya Suami Berondong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puluhan-santriwati-menjadi-korban-cabul-kiai.jpg)