Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Terungkap Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Berawal dari Protes UU TNI di Hotel

Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berawal dari aksi protes korban terhadap revisi undang-undang TNI

Tayang:
TRIBUN MEDAN/TRIBUNNEWS
Wajah dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang diungkap Polda Metro Jaya dalam konferensi pers, Kamis (18/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap motif terdakwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, oleh empat anggota BAIS TNI.

Oditur Militer II-07 Jakarta mengungkap kronologi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Keempat terdakwa ialah Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL).

Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berawal dari aksi protes korban terhadap revisi undang-undang TNI hingga menerobos masuk ke Hotel Fairmont saat rapat pembahasan itu berlangsung. 

Baca juga: Polda Metro Jaya Update Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Menjadi 16 Orang

Protes tersebut memicu kekesalan para terdakwa hingga akhirnya hendak melukai Andrie.

"Edi berkata ingin memukul saudara Andrie Yunus sebagai pelajaran dan sebagai efek jera, akan tetapi Budhi berkata 'jangan dipukuli tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat'," kata Oditur Militer Letkol Chk Muhammad Iswadi saat membacakan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Rabu (29/4/2026). 

4 terdakwa penyiram sid
Empat terdakwa penyiaraman air keras terhadap Andrie Yunus, mun muncul ke publik saat hadiri sidang perdana, di pengadilan militer, Rabu (29/4/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Mendengar ide Budhi, Nandala juga setuju dan berkata 'kalau begitu kita kerjakan bersama-sama'. 

Kemudian, Edi mencari informasi melalui Google terkait kegiatan Andrie Yunus

"Dengan hasil Andrie Yunus memiliki kegiatan acara rutin yaitu acara Kamisan di Monas," tutur Iswadi.

Baca juga: Gagal Promosi ke Super League, PSMS Medan Dibubarkan,Fendi: Pemain dan Pelatih Sudah Kita Rencanakan

Setelah mengetahui informasi tersebut, keesokan harinya para terdakwa menuju sejumlah lokasi untuk mencari korban.

Pada 12 Maret 2026 pukul 16.30 WIB, Edi dan Budhi menuju bengkel mobil Denma BAIS TNI.

Sesampainya di bengkel, Budhi mengambil aki bekas yang berada di pojok depan toilet, lalu menuangkan air aki dan cairan pembersih karat yang berada di dalam lemari besi. 

"Kemudian terdakwa mencampur kedua cairan tersebut ke dalam gelas tumbler warna ungu dengan tutup warna hitam yang bawa dari kamar. Selanjutnya Budhi membungkus tumbler tersebut ke plastik kresek warna hitam dan menggantungnya di sepeda motor bagian depan," kata dia. 

Baca juga: 4 Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Muncul, Jalani Sidang Perdana

Sekira pukul 17.00 WIB, para terdakwa berangkat bersama menggunakan dua sepeda motor dari Mess Denma BAIS TNI melalui pintu belakang. Budhi membonceng Edi. 

"Bahwa sesampainya di Monas para Terdakwa tidak menemukan keberadaan Andrie Yunus, kemudian para Terdakwa melanjutkan mencari Andrie Yunus ke tempat lain dan sesampainya di Tugu Tani Terdakwa Edi dan Budhi berpisah dengan Nandala Dwi Prasetia, dan Sami Lakka," kata Iswadi.

Saat itu, Nandala Dwi Prasetia dan Sami Lakka menuju arah YLBHI, sedangkan Edi dan Budhi menuju Kwitang. 

Namun, sebelum lampu merah Atrium Senen, Jakarta Pusat, keduanya berbalik arah untuk memantau sekitar kantor KontraS.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Nandala dan Sami berhenti di warung kopi wilayah Cikini, Jakarta Pusat, untuk berbuka puasa.

Kemudian, mereka ke kantor YLBHI di Menteng, Jakarta Pusat, tempat Andrie mengisi podcast malam itu.  

Mereka menunggu di seberang jalan sambil mondar mandir. Upaya pengintaian sempat tak membuahkan hasil.

Edi mengajak terdakwa lainnya kembali. Namun, saat hendak pulang, Nandala melihat korban keluar dari kantor YLBHI.

"Andrie Yunus sedang naik sepeda motor warna kuning keluar kantor YLBHI dan berkata 'itu si Andrie Yunus orangnya keluar pake motor kuning'," ujar Iswadi. 

Para terdakwa kemudian membuntuti Andrie Yunus dari belakang. Korban bergerak ke arah Salemba, lalu sebelum persimpangan Jalan Salemba dan Jalan Talang, Jakarta Pusat, Edi dan Budhi mendahului korban, sedangkan Nandala berada di belakang motor korban.

"Budhi memperlambat kecepatan sambil menunggu sepeda motor Andrie Yunus mendekat, pada saat berpapasan, Edi langsung menyiramkan cairan kimia tersebut ke bagian tubuh Andrie Yunus, yang juga mengenai Edi," kata dia. 

"Edi langsung menjatuhkan botol tumbler dan langsung meninggalkan lokasi kejadian lurus ke arah RSCM sedangkan Nandala dan Sami lurus ke arah jalan Pramuka menuju Mess Bais TNI," ujar dia.

Saat itu, Andrie Yunus langsung menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak meminta tolong sambil meletakkan tas serta membuka jaket dan baju yang dikenakan.

"Masyarakat di sekitar membantu dengan memberikan air. Selanjutnya saat itu Andrie Yunus mencuci wajahnya," kata Iswadi.

Setelah itu, Andrie Yunus pulang tanpa mengenakan baju ke mess Kontras dengan sepeda motor.

Ia meronta kesakitan hingga terdengar oleh warga sekitar. Setelah melihat kondisi Andrie Yunus, warga sekitar membawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

(Tribun-Medan.com)

Sumber: kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved