Kecelakaan Kereta Api
Polda Metro Jaya Update Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Menjadi 16 Orang
Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang.
TRIBUN-MEDAN.com - Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ungkapnya.
Korban meninggal dunia diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi.
Baca juga: Gagal Promosi ke Super League, PSMS Medan Dibubarkan,Fendi: Pemain dan Pelatih Sudah Kita Rencanakan
Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.
Kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat saat ini masih diselidiki.
Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Ia memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Baca juga: Kemenhub Sidak Taksi Hijau Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ungkap Ada Temuan
Terkait dugaan penyebab, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.
Baca juga: BERIKUT Latar Belakang Pendidikan Menteri PPPA Arifah Fauzi yang Belakangan Ini Jadi Sorotan Publik
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tuturnya.
Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur 16 Orang
16 Orang Tewas Tragedi Kereta Api di Bekasi Timur
Polda Metro Jaya
| Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita di Tengah, Respons AHY Justru Lebih Utamakan Kesetaraan Penumpang |
|
|---|
| Daftar Nama 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Api Sudah Teridentifikasi, Update 15 Korban Wanita |
|
|---|
| DAFTAR Terbaru Nama-nama Korban Tewas dan Luka Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur |
|
|---|
| SOSOK Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrakan KRL di Bekasi, Noviandi Selamat dari Maut |
|
|---|
| Ibu Muda Baru 1 Hari Masuk Kerja Usai Cuti Lahiran Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Evakuasi-korban-kereta-api.jpg)