Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Terungkap Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Berawal dari Protes UU TNI di Hotel
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berawal dari aksi protes korban terhadap revisi undang-undang TNI
TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap motif terdakwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, oleh empat anggota BAIS TNI.
Oditur Militer II-07 Jakarta mengungkap kronologi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Keempat terdakwa ialah Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL).
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berawal dari aksi protes korban terhadap revisi undang-undang TNI hingga menerobos masuk ke Hotel Fairmont saat rapat pembahasan itu berlangsung.
Baca juga: Polda Metro Jaya Update Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Menjadi 16 Orang
Protes tersebut memicu kekesalan para terdakwa hingga akhirnya hendak melukai Andrie.
"Edi berkata ingin memukul saudara Andrie Yunus sebagai pelajaran dan sebagai efek jera, akan tetapi Budhi berkata 'jangan dipukuli tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat'," kata Oditur Militer Letkol Chk Muhammad Iswadi saat membacakan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Rabu (29/4/2026).
Mendengar ide Budhi, Nandala juga setuju dan berkata 'kalau begitu kita kerjakan bersama-sama'.
Kemudian, Edi mencari informasi melalui Google terkait kegiatan Andrie Yunus.
"Dengan hasil Andrie Yunus memiliki kegiatan acara rutin yaitu acara Kamisan di Monas," tutur Iswadi.
Baca juga: Gagal Promosi ke Super League, PSMS Medan Dibubarkan,Fendi: Pemain dan Pelatih Sudah Kita Rencanakan
Setelah mengetahui informasi tersebut, keesokan harinya para terdakwa menuju sejumlah lokasi untuk mencari korban.
Pada 12 Maret 2026 pukul 16.30 WIB, Edi dan Budhi menuju bengkel mobil Denma BAIS TNI.
Sesampainya di bengkel, Budhi mengambil aki bekas yang berada di pojok depan toilet, lalu menuangkan air aki dan cairan pembersih karat yang berada di dalam lemari besi.
"Kemudian terdakwa mencampur kedua cairan tersebut ke dalam gelas tumbler warna ungu dengan tutup warna hitam yang bawa dari kamar. Selanjutnya Budhi membungkus tumbler tersebut ke plastik kresek warna hitam dan menggantungnya di sepeda motor bagian depan," kata dia.
Baca juga: 4 Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Muncul, Jalani Sidang Perdana
Sekira pukul 17.00 WIB, para terdakwa berangkat bersama menggunakan dua sepeda motor dari Mess Denma BAIS TNI melalui pintu belakang. Budhi membonceng Edi.
"Bahwa sesampainya di Monas para Terdakwa tidak menemukan keberadaan Andrie Yunus, kemudian para Terdakwa melanjutkan mencari Andrie Yunus ke tempat lain dan sesampainya di Tugu Tani Terdakwa Edi dan Budhi berpisah dengan Nandala Dwi Prasetia, dan Sami Lakka," kata Iswadi.
Terungkap Motif Pelaku Siram Air Keras Andrie Yunu
Kronologi Terbaru Andrie Yunus Disiram Air Pelaku
Andrie Yunus
| 4 Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Muncul, Jalani Sidang Perdana |
|
|---|
| Update Kasus 4 Prajurit BAIS TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus, Dilimpahkan ke Oditur Militer |
|
|---|
| Suara Andrie Yunus Akhirnya Muncul Usai Disiram Air Keras, Tetap Kuat Hadapi Teror Pengecut |
|
|---|
| TEROR Makin Menghantui, Aktivis Pendukung Andrie Yunus di Jakarta hingga Sumut Diancam,Keluarga Kena |
|
|---|
| 4 Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Andrie Yunus Dijerat Pasal Penganiayaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wajah-dua-terduga-pelaku-penyiraman-air-keras-ke-Andrie-Yunus.jpg)