Breaking News

Berita Nasional

Menkeu Jawab Isu Uang Negara Tinggal Rp 120 T, Purbaya: APBN Masih Kuat

Menurut Purbaya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.

Tribunnews.com
DIPANGGIL PRESIDEN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi keuangan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini berada dalam keadaan kuat dan aman.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah isu yang sempat beredar luas di media sosial mengenai kabar kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.

Menurut Purbaya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Isu bahwa uang negara tinggal Rp120 triliun lalu habis, itu tidak benar,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia memastikan, kapasitas fiskal pemerintah masih sangat mencukupi untuk menjalankan berbagai program prioritas, termasuk pembiayaan pembangunan serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

“Tidak perlu khawatir dengan kondisi APBN. Keuangan negara masih kuat dan likuiditasnya memadai,” tegasnya.

SAL Masih Ratusan Triliun

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun yang beredar sebenarnya merupakan bagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), bukan keseluruhan cadangan kas negara.

Ia mengungkapkan, total SAL yang dimiliki pemerintah saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebagian ditempatkan di Bank Indonesia sebagai simpanan, sementara sekitar Rp300 triliun lainnya disalurkan ke sektor perbankan dalam bentuk deposito.

Langkah ini, kata dia, bertujuan untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke masyarakat.

“Dana itu ditempatkan di bank agar perputaran ekonomi tetap berjalan dan kredit bisa tumbuh,” jelasnya.

Strategi Dorong Ekonomi

Penempatan dana di sektor perbankan juga dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan fiskal.

Selain menjaga stabilitas ekonomi, bunga dari simpanan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan program negara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved