Berita Nasional
Pembenaran PDIP Peran Jusuf Kalla dalam Karier Politik Jokowi: dari Orang Kampung Jadi Penguasa
Ferdinand Hutahaean, menilai bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden dua periode tidak bisa dilepaskan dari peran JK
TRIBUN-MEDAN.com - Perdebatan mengenai perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat setelah sejumlah pernyataan dari tokoh nasional dan elite politik.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, menilai bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden dua periode tidak bisa dilepaskan dari peran Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).
Ferdinand menyampaikan bahwa pernyataan Jokowi yang menyebut dirinya sebagai “orang kampung” memang sesuai dengan realitas latar belakangnya.
Namun, menurut dia, keberhasilan Jokowi menembus puncak kekuasaan nasional tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan peran tokoh-tokoh penting.
“Jadi kalau kemarin Pak Jokowi merasa mulai bermain 'wah saya ini orang kampung', segala macam, ya memang itu betul bahwa beliau itu karena tangan-tangan Pak JK salah satunya, dari orang kampung itu menjadi orang yang sangat berkuasa di negara ini,” ucap Ferdinand, Kamis (23/4/2026).
Istilah “orang kampung” dalam konteks ini merujuk pada latar belakang sederhana seseorang yang berasal dari daerah, bukan dari kalangan elite politik atau keluarga berpengaruh. Jokowi sendiri dikenal memulai kariernya dari bawah, sebagai pengusaha mebel di Solo, sebelum masuk ke dunia politik.
Pernyataan Jokowi Picu Respons
Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pernyataan yang menjadi sorotan publik saat menanggapi klaim Jusuf Kalla terkait perannya dalam karier politiknya.
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).
Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan, termasuk dari Ferdinand yang menilai bahwa pengakuan Jokowi tersebut benar, tetapi tidak boleh mengabaikan peran pihak lain dalam perjalanan politiknya.
Menurut Ferdinand, ada kecenderungan sebagian relawan Jokowi menafikan kontribusi tokoh lain, termasuk JK, dengan menyebut bahwa keberhasilan Jokowi semata-mata merupakan kehendak rakyat.
“Jadi itu tidak boleh dinafikan, saya melihat teman-teman ini (relawan) menafikan itu semua bahwa ini adalah kehendak rakyat. Apalagi kalau sudah bawa-bawa nama Tuhan, pusing kita kan kalau Tuhan dibawa-bawa ke dalam politik,” ujarnya.
JK Klaim Berperan Sejak Pilgub DKI 2012
Polemik ini berawal dari pernyataan Jusuf Kalla yang mengklaim memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik Jokowi, terutama sejak Pilkada DKI Jakarta 2012.
Dalam penjelasannya, JK menyebut dirinya sebagai pihak yang pertama kali memperkenalkan Jokowi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai calon gubernur.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK.
| Reaksi Yusril Ihza Mahendra setelah Feri Amsari Dilaporkan Terkait Kritik Swasembada Pangan |
|
|---|
| Purbaya Bahas Soal Tarif Selat Malaka Langsung Jadi Sorotan Dunia, Menlu Singapura Bereaksi |
|
|---|
| 10 Kementerian Kinerja Terbaik, Tingkat Kepuasan Publik Capai 70,77 Persen Atas Kerja Prabowo |
|
|---|
| Usulan Wamendagri, Wacana Denda KTP Hilang, Bima Arya: Agar Lebih Tanggung Jawab |
|
|---|
| Disorot Komnas HAM, Penyiraman Andrie Yunus Minim Transparansi, Tak Diberi Akses Bertemu 4 Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-jusuf-kalla-ijazah-tribunmedan.jpg)