Berita Viral
PENGAKUAN Karnadi Bangun Tembok di Rumah Tangsel, Usai Viral Sebut Penghuni Belum Lunasi Rp730 Juta
Penembokan dilakukan setelah pihaknya menilai tidak ada iktikad baik dari penghuni rumah untuk mengosongkan bangunan tersebut.
Konflik mulai memanas pada 2023 ketika pihak penjual mengirimkan somasi.
Dalam surat tersebut, uang Rp 840 juta yang telah dibayarkan justru disebut sebagai biaya sewa rumah.
"Isi somasinya itu bikin kami kaget karena uang yang sudah kami cicil dianggap sebagai biaya sewa rumah sebesar Rp 50 juta per tahun," jelas dia.
Ia menilai perubahan status pembayaran tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Padahal jelas dari awal itu pembelian, bukan sewa,” ucap dia.
Seiring waktu, konflik antara kedua pihak semakin memanas hingga berujung pada pengeluaran barang secara paksa dan penembokan akses rumah.
Raffa menduga tindakan tersebut dilakukan sepihak tanpa melalui proses hukum.
“Seharusnya kalau memang ada sengketa, diselesaikan lewat pengadilan, bukan dengan cara seperti ini,” kata dia.
Sementara itu, kepolisian menyatakan telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan tengah menyelidikinya.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto mengatakan, penyidik akan mendalami keterangan dari para pihak untuk mengungkap duduk perkara.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap para pihak, terutama pihak yang dirugikan, untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ucap Yudhi.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-ditutup-tembok-di-Tangerang-Selatan.jpg)