Berita Viral
PENGAKUAN Karnadi Bangun Tembok di Rumah Tangsel, Usai Viral Sebut Penghuni Belum Lunasi Rp730 Juta
Penembokan dilakukan setelah pihaknya menilai tidak ada iktikad baik dari penghuni rumah untuk mengosongkan bangunan tersebut.
Ridho menjelaskan, sengketa tersebut bermula dari kesepakatan jual beli secara lisan antara Karnadi dan seorang perempuan bernama Desi Riana pada tahun 2019 lalu.
Dalam kesepakatan tersebut, Desi disebut membeli rumah seharga Rp 1,3 miliar dengan tenggat pelunasan tiga bulan.
Namun, hingga kini pembayaran disebut belum lunas Rp 730 juta.
Berdasarkan data yang dimiliki pihak Karnadi yang ditunjukkan kepada Kompas.com berbentuk fotokopi kuitansi, total pembayaran oleh pihak penghuni hanya mencapai Rp 570 juta.
“Kuitansi yang kami terima totalnya Rp 570 juta. Tidak ada angka Rp 840 juta seperti yang disampaikan pihak sana,” kata Ridho.
Karena pembayaran belum lunas, maka proses pemecahan sertifikat maupun pembuatan Akta Jual Beli (AJB) belum dapat dilakukan.
“Secara hukum, tanpa AJB kepemilikan belum berpindah. Sertifikat masih atas nama klien kami,” kata dia.
Baca juga: Buka Tempat Penitipan Tapi Ogah Repot, Pengasuh Ikat Anak Titipan ke Pintu Agar tak Berkeliaran
Adapun pihak yang menghuni rumah itu, justru disebut sebagai pihak lain yang bukan bagian dari perjanjian awal, yakni antara Karnadi dan Desi.
Meskipun masih dalam satu keluarga dengan Desi, Ridho menilai bahwa penghuni rumah saat ini tidak memiliki hubungan hukum dengan Karnadi.
“Yang menempati sekarang bukan pihak dalam kesepakatan jual beli di awal,” kata Ridho.
Meskipun begitu, Ridho mengaku, pihaknya telah mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik, termasuk dengan mengundang untuk bertemu dan mencari solusi.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami sudah mencoba komunikasi, tapi tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan,” ujarnya.
Adapun, penembokan tersebut, kata Ridho, dilakukan sebagai langkah terakhir setelah berbagai upaya persuasif tidak direspons.
“Kita merebut hak kita bahwasanya tanah itu memang kepemilikan klien kita,” ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-ditutup-tembok-di-Tangerang-Selatan.jpg)