Berita Viral

PILU 22 Pelajar SMP di Indramayu Jadi Korban Kekerasan Seksual Gurunya Saat Ekskul, Pelaku Kabur

Sebanyak 22 pelajar SMP di Kabupaten Indramayu mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban kekerasan seksual dari gurunya. 

Ho/ Tribun-Medan.com
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 22 pelajar SMP di Kabupaten Indramayu mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban kekerasan seksual dari gurunya. 

Korban terdiri dari 19 laki-laki dan 3 perempuan. 

Kekerasan seksual terjadi pada kegiatan ekstrakurikuler.  

Di tengah penanganan kasus, Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Edi Fauzi, yang telah turun langsung ke lapangan, menilai jumlah korban yang terdata saat ini kemungkinan bukan angka final. 

Dari hasil penelusuran awal bersama keluarga korban, ia menyebut adanya indikasi kasus yang lebih luas. 

“Hasil komunikasi bisa diduga ini korbannya yang awalnya belasan ada puluhan atau lebih banyak. Kemungkinan masih ada yang belum berani melapor karena tekanan dan rasa takut,” kata Edi, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: LIVE SCORE Torino Vs Inter Milan Jam 23.00 WIB, Kans Nerazurri Kunci Scudetto Malam Ini

Baca juga: SELENGKAPNYA Daftar Nama Pejabat Polres Simalungun, 8 Polsek Berganti Nama dan Cakupan Wilayah

Ia juga menyoroti dugaan adanya upaya intimidasi terhadap para korban agar tidak memberikan keterangan kepada aparat, yang berpotensi memperburuk kondisi psikologis para siswa.

Situasi ini diperparah oleh lambatnya respons awal dari lingkungan sekolah, yang diduga memberi ruang bagi terduga pelaku untuk melarikan diri sebelum diamankan. 

“Pelaku ini adalah guru, pembina OSIS, sekaligus pelatih bela diri. Dia punya banyak peran di sekolah sehingga memiliki akses luas kepada siswa. Kami sangat menyayangkan pihak sekolah tidak segera merespons sehingga pelaku keburu kabur,” jelasnya.

Sementara itu, kepolisian memastikan proses pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan. 

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, menyebut kasus ini terjadi di dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Haurgeulis. 

Dari dua orang yang dilaporkan, satu telah diamankan, sementara satu lainnya yang merupakan oknum guru di Anjatan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat ini pelakunya sedang kita lakukan pengejaran,” tegas Arwin.

Baca juga: Cole Allen Mau Buat Tragedi Nasional Tembak Trump, Secret Service Ungkap Cara Lumpuhkannya

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui DP2KBP3A didorong untuk mempercepat langkah pendampingan terpadu bagi para korban, terutama layanan pemulihan trauma bagi pelajar yang terdampak. 

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved