Berita Viral

Saran Zulhas: Jika Ada Masalah soal MBG, Tak Perlu Dibikin Jadi Konten, Sampaikan Langsung

Zulhas meminta pihak sekolah untuk tidak terburu-buru mengunggah temuan makanan bermasalah ke media sosial.

Editor: AbdiTumanggor
Instagram
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengangkat beras saat memberikan bantuan bencana di Sumatera Barat. 
Ringkasan Berita:Pesan Zulhas ke Pihak Sekolah:
 
Jika ada MBG yang tidak layak, langsung tolak! Laporkan ke SPPG. 
 
Dia meminta pihak sekolah untuk tidak terburu-buru mengunggah temuan makanan bermasalah ke media sosial.
 
Koordinasi langsung jauh lebih efektif untuk perbaikan kualitas daripada sekadar menjadikannya konten viral.
 
Tidak perlu jadi konten. Sampaikan langsung permasalahannya agar segera diperbaiki

 

TRIBUN-MEDAN.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kota Probolinggo pada Jumat (24/4/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan misi khusus untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 2 dan SMAN 1 benar-benar sampai ke tangan siswa dengan standar kualitas tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Zulhas memberikan instruksi keras kepada pihak sekolah agar menjaga kualitas makanan.

Zulhas menegaskan bahwa sekolah memiliki otoritas penuh untuk menolak kiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika ditemukan tidak sesuai standar gizi, kebersihan, atau keamanan.

“Jika ada makanan yang tidak layak, langsung tolak! Laporkan ke SPPG. Kalau pelanggaran terjadi sampai tiga kali, operasional penyedia layanan akan langsung kami hentikan,” tegas Zulhas di hadapan para guru dan staf sekolah.

Menariknya, Zulhas juga memberikan pesan khusus terkait etika digital.

Dia meminta pihak sekolah untuk tidak terburu-buru mengunggah temuan makanan bermasalah ke media sosial.

Menurut dia, koordinasi langsung jauh lebih efektif untuk perbaikan kualitas daripada sekadar menjadikannya konten viral.

"Tidak perlu jadi konten. Sampaikan langsung permasalahannya agar segera diperbaiki demi gizi anak-anak kita," ujarnya.

Baca juga: Soal MBG Butuh 19.000 Sapi Per Hari, Dalih Kepala BGN: Itu Hanya Pengandaian

Baca juga: Mahfud MD Kuliti Bobrok Anggaran MBG, Untuk Makan Cuma Rp 34 Miliar, Sisanya Buat Mobil dan Kaos

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang mendampingi kunjungan tersebut memastikan bahwa pemerintah kota (Pemkot) tidak main-main dalam mengawal program ini.

Selain pengawasan ketat terhadap risiko keracunan makanan melalui SOP yang solid, Pemkot juga mulai menerapkan konsep zero waste.

“Limbah organik dari dapur penyedia makanan akan kita olah kembali menjadi pakan ternak. Jadi, program ini sehat untuk siswa dan sehat juga untuk lingkungan,” pungkas Dokter Aminuddin.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Mahfud MD Kuliti Bobrok Anggaran MBG, Untuk Makan Cuma Rp 34 Miliar, Sisanya Buat Mobil dan Kaos

Baca juga: Soal MBG Butuh 19.000 Sapi Per Hari, Dalih Kepala BGN: Itu Hanya Pengandaian

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved