Berita Viral

MOTIF Pria MH 24 Tahun Nekat Bunuh Ibu Tirinya ABF Usia 30 Tahun, Terkuak Dugaan Perselingkuhan

Polisi mengungkap pelaku adalah anak tirinya sendiri, MH (24), menyerang korban dengan celurit karena sakit hati atas dugaan perselingkuhan

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA/ILUSTRASI/AI
PEMBUNUHAN IBU TIRI: Misteri kematian perempuan berusia 30 tahun yang ditemukan tewas di Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya menemui titik terang. Polisi menangkap pelaku yang merupakan anak tiri korban, MH (24). 

Ringkasan Berita:
  • Kasus perempuan berinisial ABF (30) ditemukan tewas penuh luka di Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu malam, 22 April 2026.
  • Polisi mengungkap pelaku adalah anak tirinya sendiri, MH (24), yang menyerang korban dengan celurit karena sakit hati atas dugaan perselingkuhan.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Misteri kematian perempuan berusia 30 tahun yang ditemukan tewas di Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya menemui titik terang.

Polisi menangkap pelaku yang merupakan anak tiri korban, MH (24).

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengatakan kejadian bermula dari kecemburuan pelaku atas dugaan perselingkuhan korban ABF (30) dengan seorang pria berinisial MS (34).

Hubungan tersebut diketahui oleh MH, yang merupakan anak tiri korban.

“Dari hasil interogasi pada pelaku, aksi tersebut dilakukan karena sakit hati ibu tirinya berselingkuh dengan pria lain. Namun memang niat awalnya sasarannya MS,” ujarnya, Jumat (24/4/2026). 

Peristiwa terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wita, saat korban bersama pria MS dan kakak MS inisial SH, berada di tepi jalan untuk mencari bus.

Saat itu, pelaku yang membawa celurit mengejar ketiganya dari arah belakang.

Pria MS dan SH melarikan diri, sementara korban tertinggal. 

Pelaku kemudian menyerang korban dengan membabibuta hingga tewas mengenaskan.

Usai kejadian, pelaku melarikan diri.

Namun sekitar dua jam kemudian, MH menyerahkan diri kepada kepala desa setempat.

Polisi kemudian mengamankan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.

Jenazah korban kemudian dievakuasi warga ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharto, menyebut korban mengalami luka terbuka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved