Berita Viral

Detik-detik Kapolda Jambi Copot Seragam 2 Polisi Pelaku Rudapaksa Calon Polwan, Diganti Baju Tahanan

Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar memimpin langsung upacara PTDH Bripda Nabil dan Bripda Samson

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
COPOT SERAGAM - Dua polisi yang dipecat atas kasus rudapaksa remaja wanita berinisial C (18) di Jambi, tampak tertunduk usai seragamnya dicopot dan diganti tahanan dalam upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), Jumat (24/4/2026).(Humas Polda Jambi) 

Namun, setelah dijemput, korban tidak langsung diantar pulang dan justru dibawa ke kawasan SMA 8 untuk menemui beberapa orang lainnya.

“Di situ saya bertemu semua teman-temannya. Di situ ada nama VI, CS, MIS, sama HAM,” katanya dalam sesi konferensi pers bersama Hotman Paris tersebut.

Dari lokasi tersebut, korban kemudian dibawa ke tempat pertama terjadinya rudapaksa. Ia berada dalam satu mobil bersama beberapa orang, termasuk tiga anggota polisi yang kini disorot, yakni VI, MIS, dan HAM. 

Di lokasi pertama, korban diperkosa oleh tiga orang secara bergiliran, salah satunya anggota kepolisian berinisial SR. 

Setelah kejadian itu, korban tidak dipulangkan. Dalam kondisi lemah, ia justru dipindahkan ke lokasi lain.

Korban menyebutkan, dirinya dipindahkan ke lokasi kedua oleh orang-orang yang sama, termasuk VI, MIS, dan HAM. 

Di lokasi kedua, korban kembali mengalami rudapaksa oleh pelaku lain yang juga anggota kepolisian berinisial NIR. 

Seorang kuasa hukum korban, Putra Tambunan, mengungkapkan bahwa korban diangkat oleh VI, MIS, dan HAM menuju lantai dua di lokasi kedua.

“Korban ini dari mobil ke lantai dua di lokasi TKP kedua ini korban diangkat bareng-bareng,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Awal Mula Perkenalan Korban dan Pelaku

Korban mengaku pertama kali mengenal salah satu pelaku pada September 2025 saat berada di gereja. Saat itu, pelaku disebut memaksa berkenalan dan mengajak berfoto bersama, namun ditolak oleh korban.

“Dia datang dengan teman-temannya semua ngajak kenalan terus saya kasih tahu nama saya terus dia ngajak foto bareng di situ saya tolak,” ucapnya.

Setelah itu, pelaku kembali menawarkan untuk mengantar korban dan temannya, bahkan sempat mengajak makan. Namun ajakan tersebut juga ditolak korban. 

Korban menegaskan, setelah pertemuan tersebut, tidak ada hubungan lebih lanjut selain komunikasi sesekali melalui pesan. Ia juga sempat kembali menolak ajakan pelaku.

Meski demikian, pelaku terus menghubungi korban hingga akhirnya datang menjemput pada malam hari. 

"Awalnya saya tolak, terus sekitar pukul 21.00 WIB kemudian dia nge-chat lagi sampai pukul 24.00 WIB dia datang,” ujar korban. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved