Berita Nasional

Pembenaran PDIP Peran Jusuf Kalla dalam Karier Politik Jokowi: dari Orang Kampung Jadi Penguasa

Ferdinand Hutahaean, menilai bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden dua periode tidak bisa dilepaskan dari peran JK

TRIBUN MEDAN
TribunSolo.com DRAMA IJAZAH JOKOWI - Jokowi menegaskan bahwa pihak yang menuduh ijazahnya palsu harus membuktikan, bukan dirinya yang diminta menunjukkan. 

Pilkada DKI Jakarta sendiri adalah pemilihan kepala daerah untuk menentukan gubernur dan wakil gubernur di ibu kota. Kemenangan Jokowi dalam Pilgub 2012 menjadi titik awal lonjakan popularitasnya di tingkat nasional.

JK juga menegaskan bahwa tanpa posisi sebagai gubernur, Jokowi tidak akan memiliki pijakan kuat untuk maju dalam pemilihan presiden 2014.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya, kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK.

Istilah “termul” atau “ternak Mulyono” merupakan sebutan yang sering digunakan dalam konteks politik untuk menyindir kelompok pendukung Jokowi.

Peran JK di Pilpres 2014

Ferdinand Hutahaean menegaskan bahwa peran JK tidak hanya berhenti di Pilgub DKI Jakarta 2012, tetapi juga sangat menentukan dalam proses pencalonan Jokowi sebagai presiden pada 2014.

Ia menyebut bahwa pada saat itu, keputusan PDIP untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang cukup panjang dan bahkan berlangsung hingga mendekati batas akhir pendaftaran.

“Bahwa yang disampaikan oleh Pak JK itu memang betul adanya. Kalau pun teman-teman relawan mungkin malu mengakui jasanya Pak JK ya enggak apa-apa, hak mereka,” ungkap Ferdinand.

Ia menjelaskan bahwa JK secara konsisten menawarkan nama Jokowi kepada Megawati sebagai kandidat yang layak diusung.

“Akhirnya Ibu setuju dengan syarat. Syaratnya apa? Pada saat itu Bu Mega mengutus Hasto Kristiyanto, Sekjen kami bersama dengan Bapak Andi Wijayanto menemui Pak JK, Ibu setuju yang penting Pak JK mendampingi Jokowi karena JK senior untuk membimbing Jokowi ke depan.”

Menurut Ferdinand, keputusan tersebut diambil pada saat-saat terakhir sebelum penutupan pendaftaran calon presiden.

“Itulah kenapa terjadi akhirnya pada last minute itu, kalau teman-teman ingat, relawan ini ingat, 2014 hanya satu hari batas pendaftaran itu Jokowi dipilih PDIP sebagai calon presiden pada saat itu.”

Peran Partai Politik dalam Demokrasi

Dalam penjelasannya, Ferdinand juga menyoroti peran partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa meskipun rakyat memiliki hak memilih secara langsung, proses pencalonan tetap berada di tangan partai politik.

“Pak JK adalah sosok yang sangat menentukan pada saat itu. Mengapa sangat menentukan? Ini juga pelajaran dalam politik. Demokrasi kita memang betul adalah one man, one vote, rakyat memilih langsung. Tetapi jangan lupa bahwa rakyat itu hanya memilih siapa yang telah dipilih.”

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved