Berita Viral

Cerita Kelam Bentrok Berdarah Bekasi dan Pembalasan Dendam di Maluku Tenggara, Nus Kei Tewas Ditusuk

Bentrokan maut pada Juni 2019 silam, rupanya melahirkan dendam yang berujung tikaman maut pada 2026.

Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan Kolase
PEMBUNUHAN NUS KEI: Hubungan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei dan Hendrikus atlet MMA yang merupakan pembunuhanya kini tengah jadi sorotan. 

Meski punya hubungan darah kental, keduanya terlibat perselisihan besar yang merenggut nyawa. Setidaknya bentrokan maut antara geng John Kei vs Nus Kei pernah terjadi di Tangerang pada 2020 dan Bekasi pada 2023.

Baca juga: Viral Siswa SD di Asahan Tolak MBG karena Berbau Tidak Sedap, Kepala SPPG Minta Maaf

John Kei dan kerusuhan di Green Lake City
John Kei dan kerusuhan di Green Lake City (Tribun Medan)

Sebelum terlibat perseteruan panjang dengan John Kei, nama Nus Kei pernah jadi sorotan publik dalam kericuhan di tempat hiburan malam Blowfish pada April 2010 silam.

Nus Kei datang ke tempat hiburan Blowfish setelah satu hari sebelumnya terjadi keributan di lokasi tersebut. Saat itu, Nus Kei justru menjadi korban pemukulan oleh beberapa orang. Ia dipukuli setelah sempat bertemu kepala security Blowfish.

Keributan ini terkait rebutan lahan bisnis antara kelompok John Kei dengan kelompok yang dipimpin Thalib Makarim. Bisnis yang dimaksud mulai dari jasa keamanan hingga pasokan kebutuhan tempat hiburan, seperti minuman keras. 

Aksi pemukulan terhadap Nus Kei itu kemudian berkembang menjadi keributan besar di dalam tempat hiburan tersebut yang akhirnya menewaskan dua orang. Setelah keributan itu, empat orang dari kubu Thalib Makarim menjadi tersangka dan disidangkan. 

Persidangan kasus Blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga sempat rusuh. Dua kelompok massa saling menyerang di depan PN Jakarta Selatan pada 29 September 2010.

Akibat kerusuhan tersebut, empat orang tewas dan belasan lainnya terluka. Salah satu korban luka adalah Kapolres Jakarta Selatan saat itu, Kombes Gatot Eddy. 

Baca juga: Rayap Besi Rusak Puluhan Makam di TPU Tanjung Mulia Hilir, Diduga Demi Beli Sabu

Seiring waktu, Nus Kei berpisah jalan dengan John Kei. Ia mulai merintis bisnis secara mandiri tanpa terkaitpaut dengan John Kei.

Pada tahun 2012 John Kei terbelit kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung. Ia divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemudian mendapat Pembebasan Bersyarat pada Desember 2019.

Belum lama keluar dari penjara, John Kei kembali jadi sorotan publik. Medio Juni 2020, anak buah John Kei menyerang kelompok Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng. 

Selain itu, mereka merusak rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang. Satu anak buah Nus Kei tewas dalam insiden tersebut. Bentrok berdarah ini terjadi di siang bolong. Sorotan publik pun mengarah kepada John Kei dan Nus Kei.

Kabar yang beredar, konflik antara John Kei dan Nus Kei bermotif masalah pribadi terkait pembagian hasil penjualan tanah di Ambon, Maluku. Konflik konon dipicu ketidakpuasan terkait pembagian uang hasil penjualan tanah, yang berlanjut menjadi saling ancam.

Tanah yang menjadi objek permasalahan adalah lahan yang digunakan untuk RSUD Haulussy di Ambon, Maluku.

Cerita Nus Kei, pada 2020 silam, proses penjualan tanah itu sebenarnya sudah selesai, namun uangnya belum dibagikan karena keterlambatan pembayaran dari pemerintah daerah (pemda) di Ambon.

Nus Kei mengaku sudah memberi penjelasan kepada John Kei, bahwa pembayaran harus menunggu proses persetujuan DPRD dan urusan birokrasi lainnya, sehingga memintanya agar bersabar. Namun, penjelasan itu tidak bisa diterima John Kei.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved