Berita Viral
Sosok Wamendagri Bima Arya Jadi Sorotan, Wacanakan Denda Buat Warga yang Hilangkan KTP
Bima menyatakan, perlu dipikirkan cara agar warga bisa lebih bertanggung jawab dalam merawat KTP, yaitu dengan memberlakukan denda.
Ringkasan Berita:- Bima Arya Sugiarto kini ramai disoroti setelah mewacanakan denda bagi warga yang menghilangkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).- Bima menyatakan, perlu dipikirkan cara agar warga bisa lebih bertanggung jawab dalam merawat KTP, yaitu dengan memberlakukan denda- Menurut Dirjen Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, setiap hari ada laporan puluhan ribu dokumen identitas kependudukan yang hilang.
TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto kini ramai disoroti setelah mewacanakan denda bagi warga yang menghilangkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Menurutnya, banyak warga tidak menyimpan KTP dengan baik sehingga mudah hilang.
Bima menyatakan, perlu dipikirkan cara agar warga bisa lebih bertanggung jawab dalam merawat KTP, yaitu dengan memberlakukan denda.
“Dengan mewajibkan untuk membayar segenap biaya, dendalah kira-kira begitu,” ujarnya dalam rapat Komisi II DPR RI dengan Wamendagri, Sekjen Kemendagri, dan Dirjen Dukcapil di Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Setelah Dipecat, Bripda Arwana Sihombing Dkk Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Bripda Natanael
Bima berkata, menurut Dirjen Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, setiap hari ada laporan puluhan ribu dokumen identitas kependudukan yang hilang.
“Dalam UU yang ada sekarang, ada sanksi-sanksi apabila warga tidak lapor dan lain-lain. Itu enggak mungkin dieksekusi gitu. Jadi, perlu kita pikirkan untuk menghapus sanksi tadi karena enggak mungkin juga waktu kita habis untuk mengeksekusi yang tidak bisa dieksekusi ini,” kata dia.
"Apabila ada biaya-biaya denda dan lain-lain, itu kan memberatkan warga. Lebih baik kita aktivasi sistem sosial aktif dari penduduk maupun dari sisi pemerintah." lanjutnya.
Baca juga: Gubsu Bobby Sentil Bupati Batu Bara di Depan Mendagri soal Ingin Pisah jadi Provinsi Sumatera Timur
Sosok Bima Arya Sugiarto
Sebelum menjadi Wamendagri, Bima Arya Sugiarto dikenal sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode (2014—2019 dan 2019—2024) dan politikus Partai Amanat Nasional (PAN).
Dikutip dari laman resmi Kemendagri, Bima lahir di Kota Bogor pada 17 Desember 1972.
Dia menempuh pendidikan dasar di SDN Polisi IV.
Kemudian, dia melanjutkan ke SMPN 1 Bogor dan SMAN 1 Bogor.
Pendidikan tingginya ditempuh di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan (S-1), Universitas Monash (S-2), dan Universitas Nasional Australia (S-3).
Pada 2005, Bima Arya Sugiarto memutuskan untuk bergabung dengan PAN, partai politik yang didirikan oleh Amien Rais.
Baca juga: Buron 5 Bulan, Pelaku Pencurian Kabel Tower Dibekuk Polres Pematansiantar
| Menkeu Purbaya Sebut Pajak Kendaraan Listrik Tak Naik, Beberkan Skema yang Alami Perubahan |
|
|---|
| Klaim Refly Harun ke Rismon: Saya Sudah Ngikutin Kasus Ijazah Jokowi Ini sebelum Anda Lahir |
|
|---|
| Gubernur Rudy Masud Dilempari Sampah Oleh Warga Usai Pakai Rp25 M Untuk Renovasi Rumah Dinas |
|
|---|
| Gubernur Kaltim Kabur Ogah Temui Massa saat Didemo, Pilih Buat Video Ucapan Terima Kasih |
|
|---|
| Viral Siswa SMP Nekat Panjat Tower 72 Meter di Cirebon Gegara Rebutan HP dengan Sang Kakak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wamendagri-Bima-Arya-saat-diwawancarai-usai-meninjau-Disdukcapil-Medan.jpg)