Berita Viral

Alasan Menko Zulkifli Hasan soal Kenaikan Harga MinyakKita di Pasaran hingga Rp 22.500

Harga minyak goreng MinyaKita naik melampaui harga eceran tertinggi . Di pasaran kini mencapai Rp15.900 hingga Rp22.500

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
HARGA NAIK - Warga antre dan berburu Minyakita saat pasar murah yang digelar menjelang Lebaran lalu. Pascalebaran sejumlah pedagang keluhkan keterbatasan stok dan kenaikan harga minyak goreng di pasaran. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak goreng MinyaKita naik melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. 

Di pasaran MinyaKita kini mencapai kisaran Rp15.900 hingga Rp22.500 per liter di berbagai daerah per April 2026. Kondisi ini menuai keluhan dari masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membeberkan penyebab kenaikan harga MinyaKita di pasaran.

Kenaikan terjadi karena pasokan terserap untuk program Bantuan Pangan. 

Program Bantuan Pangan menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat. Bantuan diberikan sebanyak dua kali. 

“Jadi, kemarin ada 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter, kali 2 bulan. Nah, pakai MinyaKita. Itu tuh kesedot, sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026). 

Perhitungan tersebut menunjukkan total kebutuhan minyak goreng mencapai 132 juta liter. 

Volume ini diambil dari pasokan MinyaKita yang sebelumnya beredar di pasar. 

Kondisi ini membuat stok di pasar tradisional berkurang. Dampaknya, harga ikut naik di sejumlah daerah. 

Baca juga: HATI-HATI Minyakita Palsu Ditemukan Lagi, Produsen Kemas Minyak Curah, Distribusi Sampai Kalimantan

Pemerintah kini mengubah skema penyaluran bantuan. MinyaKita tidak lagi menjadi satu-satunya merek yang digunakan. 

Perum Bulog kini diperbolehkan menyalurkan minyak goreng merek lain dengan harga yang sama. 

Kebijakan ini diharapkan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasar. 

“Jadi udah ketemu sebabnya kenapa naik, karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter,” kata Zulhas. 

“Oh itu banyak sekali tuh. Yang dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan,” lanjut dia. 

Zulhas menjelaskan, MinyaKita awalnya merupakan minyak curah yang diolah lebih higienis lalu dikemas sebagai merek pemerintah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved