Berita Viral

Klaim Refly Harun ke Rismon: Saya Sudah Ngikutin Kasus Ijazah Jokowi Ini sebelum Anda Lahir

Perdebatan sengit antara pakar hukum tata negara Refly Harun dan Rismon Sianipar terkait pembiayaan dan royalti buku Jokowi’s White Paper.

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
MOMEN Refly Harun masih bersama Rismon Sianipar Cs. 

Ringkasan Berita:Klaim Refly Harun ke Rismon:
 
  • Refly Harun ngaku sudah ngikutin kasus ijazah Jokowi ini sebelum Rismon lahir
  • Refly Harun disebut mengeluarkan uang ratusan juta untuk pembiayaan buku Jokowi’s White Paper
  • Namun, semua klaim Refly Harun tersebut dibantah Rismon Sianipar

 

TRIBUN-MEDAN.COM – Perdebatan sengit antara pakar hukum tata negara Refly Harun dan Rismon Sianipar terkait pembiayaan dan royalti buku Jokowi’s White Paper.

Persoalan ini disiarkan dalam program YouTube iNews dan dilansir Tribun-medan.com pada Rabu, 22 April 2026.

Polemik tersebut menyingkap persoalan mendasar dalam dunia penerbitan: siapa yang bertanggung jawab atas biaya produksi dan bagaimana pembagian peran antara penulis dan penerbit.

Awalnya dalam perdebatan itu, Refly menjelaskan konsep dasar pembagian peran antara penulis buku dan pihak penerbit. 

Ia menekankan bahwa seorang penulis tidak memiliki tanggung jawab terhadap biaya produksi maupun distribusi buku.

“Kalau Anda Rismon bertindak sebagai penulis buku maka kemudian dua hal perjanjian apakah anda sebagai penulis saja atau apakah anda sebagai productionnya. Kalau anda bertindak sebagai penulis buku saja maka anda tidak bertanggung jawab terhadap ongkos produksi dan distribusi. Mau rugi mau untung itu semua di penerbit,”jelas  Refly Harun.

Ia juga mencontohkan pengalaman pribadinya dalam menerbitkan buku. Refly menyerahkan dana senilai Rp100 juta ke penerbit, namun tidak memperoleh keuntungan karena posisinya murni sebagai penulis. 

“Saya pernah menulis buku dan saya carikan iklan sampai Rp 100 juta, saya kasihkan ke publishing. Alhamdulillah sekarang nol rupiah saya dapatkan padahal saya dapatkan Rp 100 juta. Karena saya sudah serahkan dan saya hanya writer. Bukan publishingnya. Nah itu yang penting,”jelasnya.

Refly kemudian mempertanyakan siapa yang sebenarnya menanggung biaya produksi buku tersebut. “Anda tidak bisa kemudian meminta hal sama tapi bebannya berbeda,"sambungnya.

Refly kemudian menyebut bahwa biaya tersebut ditanggung pihak lain, yakni Dokter Tifa.

Pernyataan ini memicu bantahan keras dari Rismon Sianipar. "Sekarang saya bertanya apakah Mas Roy Suryo dan Rismon Sianipar menanggung biaya cetak? Sepanjang dan sependek yang saya tahu tidak,” kata Rismon.

Rismon menegaskan bahwa Refly tidak memahami detail pembiayaan yang terjadi. Ia mengatakan soal adanya biaya PO sebesar Rp 180 juta.

“Jadi pada saat di Kuningan City Mall sebelum masuk cetak karena buku tersebut sudah di soft publish di Yogyakarta itu sudah masuk uang 180 juta untuk PO. Jadi bukan tanggungan Bu Tifa. Kamu nggak paham kan,” tegas Rismon.

Dalam perdebatan tersebut, Roy Suryo turut memberikan komentar singkat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved