Berita Viral

RESPONS Abu Janda Dipolisikan Atas Tuduhan Provokasi Video Jusuf Kalla: Itu Dasar Benci dan Dendam

Penggiat Media Sosial Heddy Setya Permadi alias Abu Jada angkat bicara setelah dilaporkan kasus provokasi

TRIBUN MEDAN
DIUSIR- Permadi Arya atau Abu Janda diusir Aiman Wicaksono dalam acara TV Rakyat Bersuara. Pengusiran terjadi usai Abu Janda memaki-maki narasumber. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penggiat Media Sosial Heddy Setya Permadi alias Abu Jada angkat bicara setelah dilaporkan kasus provokasi video Jusuf Kalla yang diduga menistakan agama. 

Tak cuma Abu Janda, Politik PSI, Ade Armando juga ikut dilaporkan dengan tuduhan yang sama. 

Mereka dilaporkan oleh seorang pengacara, Paman Nurlette bersama Aliansi Profesi Advokat Maluku. 

"Benar ada laporan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Dalam laporan itu, keduanya dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 48 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 243 KUHP.

Pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa dokumen, tangkapan layar percakapan, dan satu flashdisk.

"Untuk barang bukti yang dilaporkan ada tiga lembar dokumen, print out percakapan layar dan flashdisk," tuturnya.

Namun, Budi menegaskan laporan itu masih dalam tahap pengkajian dan penyelidikan awal. 

Penyidik juga masih mendalami keaslian konten yang dilaporkan, yang disebut berasal dari kanal YouTube Cokro TV.

Sementara itu, pelapor Paman Nurlette menyebut potongan video ceramah JK di Masjid UGM telah menimbulkan persepsi negatif di masyarakat dan memicu kebencian.

“Membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," tutur perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia juga menilai penyebaran video yang tidak utuh tersebut dapat mengganggu kondusivitas serta berpotensi menimbulkan konflik sosial.

"Bahkan mereka ikut menyerang agama Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad SAW. Dikhawatirkan mengingat memori kelam dan trauma kolektif orang Maluku yang dulu pernah terseret dalam arus konflik komunal yang sangat deras," ucap dia. 

"Jadi apa maksud mereka memotong video itu? Jadi kalau mereka mempublikasikannya secara utuh, otomatis video itu, itu dipahami secara komprehensif, tidak kehilangan makna substansi dari ceramah itu tapi karena dipotong menjadi gaduh," tambah dia.

Respon Ade Armando dan Abu Janda

Ade Armando dan Abu Janda saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/4/2026) merespons laporan tersebut. 

Ade mengaku siap menghadapi laporan yang menyeret namanya itu 

"Siaplah. Saya tidak paham dengan substansi laporan mereka. Kok saya dituduh memotong ceramah pak JK sehingga menimbulkan kehebohan?," ujar dia.

"Saya tidak memotong atau mengedit dan kemudian menyebarnya. Yang saya lakukan hanyalah mengomentari potongan ceramah JK yang menyebar di dunia online," sambungnya.

Sementara itu, Abu Janda menilai laporan tersebut atas dasar kebencian.

"Jelas itu laporan atas dasar kebencian dan dendam politik," katanya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jakarta

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved