Berita Viral

BOCAH SD Selamat Dari 'Cengkraman' Guru Mesum, Pakar: Orang Tua Harus Peka dan Jadi Tempat Aman

Polisi menyelamatkan siswi SD dari guru bejat di Kabupaten Sumedang. Korban diselamatkan saat berboncengan dengan pelaku. 

TRIBUN MEDAN
GURU PENCULIK ANAK - Tampang Indra (35), guru honorer SMK di Kecamatan Tomo, saat berada di Mapolres Sumedang, Minggu (19/4/2026). Kasus guru culik siswi SD di Sumedang jadi sorotan. Pakar anak ingatkan pentingnya rasa aman di rumah dan komunikasi suportif. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi menyelamatkan siswi SD dari guru bejat di Kabupaten Sumedang. Korban diselamatkan saat berboncengan dengan pelaku. 

Kasus ini menjadi sorotan oleh Ketua Yayasan Peduli Generasi Muda sekaligus penanggung jawab LKSA Senandung PERADA Sumedang, Retno Ernawati, menekankan orang tua dan anak harus saling mendukung dalam menyelesaikan persoalan, bukan bersikap keras kepala.

Bocah SD ini bersama dengan pelaku karena sudah tak merasa nyaman berada di rumah.  

Ia turut mendapatkan kekerasan ketika sedang menghadapi masalah. 

Menurut Retno, dalam kasus tersebut orang tua sebenarnya diduga telah mengetahui adanya persoalan yang dialami anak.

Namun, pendekatan yang terlalu keras dinilai membuat penyelesaian tidak berjalan efektif.

“Di rumah sebetulnya orang tua sudah melihat ada masalah. Tapi karena terlalu keras, hasilnya jadi tidak efektif,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: HAKIM Tolak Banding TR Ibu Tiri yang Paksa Anaknya Minum Air Panas Hingga Berujung Meninggal Dunia

Baca juga: POLISI Tetapkan 6 Pelajar SMA Tersangka Pembunuhan Siswa SMAN 5 Bandung, Keroyok Hingga Tewas

Ia menegaskan, penyelesaian masalah anak harus dilakukan secara bersama antara orang tua dan anak dengan pendekatan yang lebih suportif.

Sementara pihak luar, seperti lingkungan sosial atau lembaga, berperan sebagai pendukung.

"Kita harus mendukung dua-duanya, baik orang tua maupun anak, untuk bergandengan menyelesaikan masalah,” katanya.

Retno juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman bagi anak.

Menurutnya, rasa aman menjadi kunci agar anak tidak mencari pelarian di luar rumah saat menghadapi masalah.

“Yang jelas anak harus merasa aman dan nyaman di rumah. Jangan sampai anak merasa terancam di rumahnya sendiri,” ucapnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang terbuka dan saling memahami menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai persoalan anak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Baca juga: Masa Gencatan Senjata Berakhir Besok, Trump Sebut Tidak Akan Cabut Blokade Pelabuhan Iran

Baca juga: PILU Ibu Rumah Tangga Dianiaya Suami dan Selingkuhan Sampai Terluka Parah, Kerap Jadi Korban KDRT

Kronologi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved