Berita Viral

Apa Makna di Balik Pernyataan: Jokowi Jadi Presiden karena JK, Ini Tanggapan Pengamat

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Editor: AbdiTumanggor
Tribunnews.com
KASUS IJAZAH JOKOWI - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Jusuf Kalla meyakini jika ijazah milik Jokowi sendiri sejatinya asli. Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyinggung perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan JK itu dinilai bukan sekadar kilas balik, melainkan bagian dari dinamika politik yang sedang berkembang.

Pengamat politik, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, melihat kemunculan pernyataan JK berkaitan erat dengan konteks politik belakangan ini.

Ia menilai momentum tersebut tidak hadir secara kebetulan, terutama ketika peta kekuasaan mulai bergeser. 

“Dalam politik, pernyataan tentang masa lalu hampir selalu punya dimensi hari ini," ujar Arifki dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026). 

"Apa yang disampaikan JK bisa dibaca sebagai upaya menegaskan peran historis sekaligus menjaga posisi dalam percakapan politik nasional,” sambungnya.

Arifki menambahkan, perjalanan politik Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran sejumlah tokoh lain, seperti Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto. Serta momentum politik yang mendukung, termasuk preferensi politik di masyarakat pada saat itu.

Ia juga menyinggung posisi JK pada tahun 2014 sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi.

Menurutnya, dukungan partai politik, konfigurasi koalisi, hingga situasi nasional turut membentuk jalan Jokowi menuju puncak kekuasaan.

“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning,” tutur Arifki.

Meski begitu, Arifki mengingatkan bahwa perjalanan politik seorang pemimpin merupakan hasil interaksi banyak aktor dan momentum, bukan berdiri sendiri. “Ada banyak aktor dan faktor yang berkontribusi. Karena itu, publik juga perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas,” katanya.

Sebelumnya, JK mengatakan ia punya peran besar dalam karier politik Jokowi.

"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya," kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks mencuatnya video ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga bermuatan penistaan agama.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved