Berita Nasional

Bahlil Sebut Temukan Harta Karun Baru di Kutai Kaltim, Ungkap Cadangan Gas Super Besar

Penemuan ini disebut-sebut sebagai “harta karun baru” yang berpotensi mengubah peta energi Indonesia dalam jangka panjang.

Tangkapan layar
BAHAS STORAGE BBM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok energi Indonesia saat ini berada di kisaran 23 hari, sementara kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25-26 hari. 

Bahlil menilai, situasi global tersebut justru menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada pasokan eksternal.

Ia menekankan bahwa ketahanan energi kini bukan lagi sekadar isu ekonomi, melainkan juga menyangkut kedaulatan nasional.

“Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah, serta Selat Hormuz yang ditutup, berdampak pada dinamika perekonomian yang mengarah kepada ketahanan energi di masing-masing negara,” katanya.

Lebih jauh, Bahlil mengungkapkan bahwa langkah percepatan eksplorasi migas di berbagai wilayah, termasuk di Kutai, merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Presiden meminta agar potensi sumber daya dalam negeri dimaksimalkan untuk menjamin kebutuhan energi jangka panjang.

Arahan tersebut, menurut Bahlil, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada percepatan eksplorasi wilayah-wilayah yang selama ini belum tergarap optimal.

Pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia memiliki cadangan energi yang cukup untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis global.

Temuan gas raksasa di Kutai ini pun dipandang sebagai salah satu hasil konkret dari kebijakan tersebut.

Meski belum dirinci secara detail terkait besaran cadangan maupun jadwal produksi, pemerintah memastikan bahwa proses lanjutan akan segera dilakukan, termasuk studi kelayakan dan pengembangan lapangan.

Di sisi lain, penemuan ini juga membuka peluang besar bagi peningkatan investasi di sektor hulu migas.

Kalimantan Timur, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional, berpotensi kembali menjadi pusat perhatian industri energi global.

Dengan latar belakang situasi dunia yang penuh ketidakpastian, temuan ini menjadi sinyal optimisme bagi Indonesia.

Di tengah ancaman krisis energi global, pemerintah berupaya menunjukkan bahwa kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan target yang terus dikejar melalui langkah konkret di lapangan

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved