Berita Nasional

Blak-blakan Menteri ESDM, Bahlil Sebut Harga Elpiji 3 Kg Tidak Naik dan Stok Aman

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga elpiji bersubsidi tersebut dalam waktu dekat.

TRIBUN MEDAN/Husna
STOK LPG MENIPIS - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa cadangan LPG nasional sempat berada pada level kritis, pemerintah langsung cari solusinya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) blak-blakan kembali memberikan kepastian kepada masyarakat terkait isu yang beredar mengenai harga elpiji 3 kilogram di pasaran.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga elpiji bersubsidi tersebut dalam waktu dekat.

Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap berubah.

Bahlil juga memastikan bahwa stok elpiji 3 kg dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di seluruh daerah.

Pemerintah terus melakukan pengawasan ketat agar distribusi elpiji bersubsidi tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Selain itu, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan energi saat ini masih fokus pada perlindungan masyarakat kecil sebagai prioritas utama.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli elpiji sesuai kebutuhan.

Dengan kepastian ini, pemerintah berharap situasi pasar tetap stabil dan tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen.

Seperti diketahui, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga elpiji 3 kilogram (kg) atau elpiji subsidi tidak mengalami kenaikan, meski di tengah lonjakan harga energi global saat ini.

Selain itu, dia memastikan pasokan elpiji 3 kg terjaga sesuai dengan standar minimum nasional.

"Khusus untuk elpiji yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional, dan harganya tidak ada kenaikan. Flat," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menuturkan, pemerintah sejatinya hanya bisa mengatur harga energi subsidi. Seperti pada bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menetapkan harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Berbeda dengan produk energi nonsubsidi, Bahlil menyatakan, pemerintah tidak mengaturnya secara langsung sehingga harganya mengikuti pasar.

Kondisi ini pula yang membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, begitu pun dengan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved