Berita Viral

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditusuk, Ini Reaksi Bahlil dan Ahmad Doli

Bahlil menegaskan tidak terima atas aksi kekerasan yang merenggut nyawa sosok yang ia anggap sebagai keluarga sendiri tersebut.

Editor: AbdiTumanggor
Instagram @ golkar.indonesia
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta seluruh kader parpolnya tidak terpancing emosi usai kasus penusukan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, merasa sedih dan marah atas tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Bahlil menegaskan tidak terima atas aksi kekerasan yang merenggut nyawa sosok yang ia anggap sebagai keluarga sendiri tersebut.

"Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, saudara saya, Bang Nus. Dan semoga diterima oleh Allah SWT," ujar Bahlil, Senin (20/4/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menuntut keadilan penuh dan memastikan partai mengambil langkah organisasi yang serius.

"Dan DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta seluruh kader parpolnya tidak terpancing emosi usai kasus penusukan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei.

“Saya berharap kepada seluruh jajaran partai Golkar, terutama di Maluku Tenggara dapat tetap mengendalikan diri, jangan terpancing emosi, dan untuk ikut mendinginkan situasi,” kata Doli kepada wartawan, Senin (20/4/2026). 

Pengendalian diri tersebut, menurut Doli, sekaligus mengawal proses hukum agar berjalan dengan baik-baiknya. 

“Di tengah kemajuan yang sudah kita rasakan dan kita upayakan terus sebagai sebuah bangsa, seharusnya semua persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, kepala dingin, dan tanpa emosi,” ujar dia. 

Oleh karena itu, dia jug berharap agar kasus ini tidak ada kaitannya dengan urusan politik, apalagi Partai Golkar.

“Dan kalau ini pun urusannya pribadi, saya berharap pihak keluarga juga tidak meresponsnya dengan pendekatan yang sama,”ujar Doli. 

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini menyarankan agar seluruh peristiwa pidana yang merenggut nyawa Nus Kei ini diserahkan kepada kepolisian untuk menuntaskannya.

Peristiwa tragis ini terjadi hanya empat hari menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).

Nus Kei tewas setelah menjadi korban penikaman di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 11.25 WIT. Ia baru saja tiba dari Jakarta untuk mengikuti agenda Musda Partai Golkar tersebut. 

Laporan menyebutkan, sebelum terbang ke Maluku, Nus Kei sempat bertemu dengan jajaran pengurus pusat Golkar di Jakarta. Naas, saat baru menginjakkan kaki di bandara, ia ditusuk menggunakan sebilah pisau. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Nus Kei tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved