Berita Viral

KASUS Dugaan Penistaan Agama Jusuf Kalla Seret Ade Armando dan Abu Janda, Dicap Provokator

Penggiat media sosial Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan kasus provokasi terhadap video ceramah Jusuf Kalla di UGM. 

Kompas.com
DILAPORKAN - Politikus PSI, Ade Armando, dan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (20/4/2026), atas tuduhan penghasutan dan provokasi karena diduga menjadi pihak yang memotong video ceramah Jusuf Kalla. 

Nurlette juga mengkhawatirkan buntut adanya potongan video ceramah JK itu, maka masyarakat Maluku teringat kembali konflik yang pernah terjadi pada tahun 2000 silam.

Dalam pelaporannya, Ade dan Abu Janda diduga melanggar Pasal 43 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 30 dan/atau Pasal 243 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, Nurlette juga melampirkan barang bukti berupa rekaman video utuh ceramah JK, potongan video saat Ade Armando dan Abu Janda  mengomentari ceramah JK.

Dia juga menyerahkan barang bukti kepada penyidik berupa akun-akun yang diduga menistakan agama Islam, Alquran, dan Nabi Muhammad SAW, di mana tertulis dalam kolom komentar di video Ade Armando dan Abu Janda.

"Jadi yang kami sesalkan, efek dan dampak negatif dari potongan video tersebut itu membaut orang-orang tidak hanya menyerang Pak Jusuf Kalla tetapi ikut menyerang dan menghina agama Islam, Nabi Muhammad, dan Alquran," katanya.

JK Klarifikasi soal Ceramah, Tegaskan hanya Bahas Perdamaian

Sebelumnya, JK telah mengklarifikasi terkait potongan video ceramah yang dianggap sebagai bentuk penistaan agama.

Mulanya, dia menjelaskan bahwa ceramah dalam video tersebut dilakukannya saat bulan Ramadhan 2026.

"Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang Muslim, ya, di masjid lagi."

"Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya dalam konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu.

Setelah itu, dia menayangkan video terkait konflik Poso dan Ambon kepada wartawan yang hadir.

Menurutnya, penayangan video tersebut diperlukan karena menjadi salah satu materi dalam ceramahnya tersebut.

Kemudian, JK menyatakan bahwa ceramah di masjid UGM itu bertema perdamaian. Dia membantah telah menistakan agama.

“Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu,” katanya.

JK juga menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved