Makan Bergizi Gratis

ALASAN Polisi Jaga Kantor  PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemenang Tender Motor Listrik BGN

Keberadaan puluhan polisi berjaga di kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, di kawasan Grogol, memunculkan spekulasi publik

Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com
MOTOR LISTRIK MBG - Sejumlah polisi berjaga di depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026). Perusahaan pemenang pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) ini terpantau tertutup rapat dengan aktivitas yang sangat minim. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti) 

Tidak terlihat adanya papan identitas yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan kantor suatu perusahaan. 

Satu-satunya penanda yang tampak hanyalah nomor bangunan, yakni 1850. 

Di lantai dua bangunan tersebut terdapat tiga jendela kaca berbingkai hitam yang menghadap ke arah jalan. 

Beberapa kali terlihat pengendara ojek online berhenti di depan bangunan tersebut dan menurunkan penumpang yang kemudian masuk ke dalam. 

Sejumlah orang juga tampak hilir mudik menuju bangunan putih berlantai tiga yang berada tepat di seberangnya. 

Di depan bangunan tiga lantai tersebut, terlihat dua unit motor listrik terparkir di dekat pintu masuk.

Seorang warga sekitar, mengatakan bahwa kedua bangunan tersebut dimiliki oleh orang yang sama. 

"Sama ini, yang di pager itu kantor kalau enggak salah. Saya sendiri tapi kurang ngerti juga kantor apa tapi memang di sini banyak kantor sama konveksi," katanya.

Fakta menarik terungkap mengenai sejarah gedung kantor PT Yasa Artha Trimanunggal di wilayah RT 08.

Bangunan itu sebelumnya merupakan aset sederhana bagi warga sekitar.

"Dulunya itu cuma kos-kosan dan warung atau kafe milik Pak Haji. Baru direnovasi sekitar tahun 2025," jelas Catur, Ketua RT setempat,

Transformasi bangunan fisik ini sejalan dengan profil perusahaan yang kini memegang kendali atas 21.801 unit motor listrik di BGN.

Sosok Yenna Yuniana

Seiring viralnya pengadaan motor listrik BGN ini, mencuat pula nama Yenna Yuniana, Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal.

Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), Yenna Yuniana merupakan Beneficial Owner (pemilik manfaat akhir) yang memegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.

Terungkap pula, bahwa nama Yenna Yuniana bukan sosok asing dalam pusaran kasus hukum.

Pada November 2025, ia tercatat pernah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020.

Keterangannya diambil untuk tersangka Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, yang merupakan kakak kandung dari pengusaha sekaligus tokoh politik Hary Tanoesoedibjo. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved