Makan Bergizi Gratis

HEBOH Penggunaan Anggaran BGN: Beli Kaos Kaki Rp6,9 Miliar hingga Motor Listrik Rp1,2 Triliun

Pengadaan yang dibuat BGN dinilai terlalu mengada-ngada dan cuma menghambur-hamburkan uang negara.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO//INAPROC
KAOS KAKI BGN - BGN anggarkan pakaian Rp623,3 miliar, mencakup berbagai kebutuhan mulai dari seragam, sepatu, hingga aksesoris. Salah satu yang paling mencolok adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar. (INAPROC) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menggunakan anggaran kembali jadi sorotan publik.

Bagaimana tidak, pengadaan yang dibuat BGN dinilai terlalu mengada-ngada dan cuma menghambur-hamburkan uang negara.

Usai membeli puluhan ribu motor listrik yang harga per-unitnya hampir Rp50 juta, BGN juga habiskan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan kaos kaki.

Di tengah ambisi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian publik justru tertuju pada hal yang tak terduga: komposisi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025.

Alih-alih didominasi oleh belanja makanan sebagai inti program, data yang beredar menunjukkan porsi terbesar justru terserap untuk kebutuhan kendaraan dan penunjang lainnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah arah belanja sudah sejalan dengan tujuan utama program?

Kendaraan Serap Anggaran Triliunan

Berdasarkan data tersebut, belanja kendaraan menjadi pos terbesar dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun. 

Dari angka itu, sekitar Rp1,2 triliun digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik.

Motor listrik ini dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal, yang menawarkan produk bermerek Emmo Mobility.

Dua seri yang tercatat antara lain JVH Max dengan harga Rp49,95 juta dan JVH GT seharga Rp48,84 juta per unit, lengkap dengan layanan distribusi ke berbagai daerah.

Besarnya alokasi ini langsung menjadi sorotan, mengingat kendaraan hanya berfungsi sebagai sarana pendukung operasional.

Pembeli motor listrik ini menuai kritik dari banyak pihak. BGN dianggap cuma menghambur-hamburkan uang negara.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG (Istimewa)

Kepala BGN Dadan Hindayana mengklaim, pengadaan ribuan motor listrik untuk kepala SPPG sudah disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Dadan menyatakan, realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit.  

Ia menambahkan pembelian sepeda motor listrik tersebut seharga Rp 42 juta per unit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved