Berita Viral

8 Korban Tewas Jatuhnya Helikopter Airbus, Kombes J Ginting: Seluruh Korban Berhasil Diidentifikasi

Identitas seluruh korban sudah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda Kalbar.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Delapan orang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Delapan orang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026).

Identitas seluruh korban sudah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda Kalbar.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar Kombes Pol Josep Ginting mengatakan, seluruh korban telah berhasil diidentifikasi. Namun, prosedur akhir tetap harus dilalui sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

"Seluruh korban sudah teridentifikasi. Tapi sebelum diserahkan, kami harus memastikan kembali melalui proses rekonsiliasi bersama pihak keluarga dan perusahaan," ujar Ginting, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, rekonsiliasi merupakan tahapan akhir untuk mencocokkan kembali data identitas korban. Pada tahap ini, ciri-ciri fisik, barang pribadi, serta data utama seperti sidik jari dicocokkan dengan identitas korban.

Sementara, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Subur mengatakan, proses identifikasi melibatkan data dari keluarga korban.

Menurutnya, data tersebut meliputi ciri-ciri fisik, kondisi kesehatan, hingga pakaian terakhir yang dikenakan sebelum kejadian.

Subur menjelaskan, identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data antemortem (data sebelum meninggal) dan postmortem (data setelah meninggal).

Dari hasil pencocokan tersebut, empat korban yang telah teridentifikasi berdasarkan hasil sementara adalah Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang, Patrick Kee Chuan Peng, serta Victor Tan Keng Liam.

Ia menambahkan, kondisi wajah sebagian besar jenazah yang masih dapat dikenali turut membantu proses verifikasi oleh pihak keluarga.

Meski seluruh korban telah teridentifikasi, satu korban berkewarganegaraan asing (WNA) masih memerlukan verifikasi tambahan melalui data pembanding dari negara asalnya.

"Untuk WNA, kami masih menunggu data pembanding dari konsulat agar bisa dipastikan secara akurat," ujarnya.

Diketahui, kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau menewaskan delapan orang setelah helikopter dilaporkan hilang kontak.

Setelah pencarian dilakukan, tim SAR gabungan menemukan helikopter jatuh di kawasan perbukitan terjal. 

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved