Berita Internasional
Sudah Dilanggar Gencatan Senjata 10 Hari Israel-Lebanon, Ada Tembakan Sporadis ke Warga Desa
Menurut Militer Lebanon, Israel melakukan sejumlah pelanggaran sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) dini hari
Departemen Luar Negeri AS menyebut Israel tetap memiliki hak untuk membela diri “kapan saja terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung.”
Namun di luar itu, Israel disebut “tidak akan melakukan operasi militer ofensif terhadap target Lebanon, termasuk target sipil, militer, dan negara lainnya.”
Formulasi ini menunjukkan bahwa Israel masih memiliki ruang untuk melakukan serangan, seperti yang terjadi pada gencatan senjata sebelumnya.
Hizbullah pun memperingatkan akan membalas setiap serangan Israel, yang berpotensi mengancam stabilitas kesepakatan.
Diplomasi intens
Kesepakatan ini tercapai setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington, serta serangkaian komunikasi antara Trump, Netanyahu, dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Trump menyatakan, kedua pihak menginginkan perdamaian.
“Kedua belah pihak ingin melihat PERDAMAIAN, dan saya yakin itu akan terjadi, dengan cepat,” tulisnya di media sosial.
Ia juga mengundang Netanyahu dan Aoun ke Gedung Putih untuk “pembicaraan bermakna pertama” sejak 1983.
Sementara itu, seorang pejabat Hizbullah menyebut gencatan senjata ini juga merupakan hasil negosiasi Iran dengan AS, dengan mediasi Pakistan.
Konflik ini telah menewaskan ribuan orang, termasuk lebih dari 2.000 korban di Lebanon dan ribuan lainnya di Iran, serta menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.
Infrastruktur sipil dan militer mengalami kerusakan besar, sementara gangguan terhadap jalur pelayaran global sempat mengguncang pasar energi dunia.
Artikel ini telah tayang di kontan.co.id
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| AS Tegaskan Gempur Iran Lagi Jika Tolak Ajakan Damai, Ancam Blokade dan Bom Infrastruktur Energi |
|
|---|
| Nasib Ratusan WNI di Iran dan Lebanon Masih Bertahan, Ada Mahasiswa dan Pekerja Migran |
|
|---|
| Niat Cari Lokasi, Suami Malah Temukan Perselingkuhan Istri di Google Maps dan Akhirnya Pilih Cerai |
|
|---|
| Donald Trump Kirim Ribuan Pasukan Tambahan, Gencatan Senjata AS dan Iran Berakhir? |
|
|---|
| Sebanyak 50 Anggota Parlemen Setuju Presiden AS Trump Dilengserkan, Begini Reaksi Gedung Putih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/REAKTOR-NUKLIR-ISRAEL.jpg)