Komcad ASN 2026
Komcad ASN 2026 Dimulai, Apa Saja Pelatihan yang Didapat?
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah mulai membuka pelatihan bagi ASN yang sudah mendaftar sebagai Komcad.
Materi yang diberikan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing instansi.
Baca juga: Disebut Rismon Peneliti Gadungan, Reaksi Roy Suryo: Si Omon, Dia Sudah Menjadi Zombie
Tujuan Utama ASN Ikut Komcad
Tujuan utama ASN mengikuti program Komcad 2026 adalah memperkuat sistem pertahanan semesta dengan melibatkan birokrasi sipil sebagai komponen cadangan, sambil menumbuhkan nasionalisme tanpa mengubah status mereka sebagai pegawai negeri.
Penguatan Pertahanan Nasional
Program ini didasari UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, di mana Komcad ASN berfungsi mendukung TNI sebagai komponen utama.
ASN dipilih karena jumlahnya besar, punya kapasitas manajerial kuat, dan posisi strategis di pemerintahan, sehingga bisa jadi pilar kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman modern seperti hibrida dan multidomain.
Partisipasi bersifat sukarela untuk menghindari konflik tugas.
Pembentukan Karakter Nasionalisme
Pelatihan bertujuan menanamkan jiwa cinta Tanah Air, semangat bela negara, dan militansi dalam birokrasi, agar ASN lebih siap mengabdi saat negara membutuhkan.
Ini juga memperkuat sinergi sipil-militer tanpa mengaburkan batas fungsi masing-masing, sebagai desain jangka panjang ketahanan nasional.
Manfaat Strategis Jangka Panjang
Dengan 4.000 ASN dari 49 kementerian/lembaga dilatih mulai April 2026, program ini memastikan birokrasi tetap fungsional sambil berkontribusi pada pertahanan terpadu.
ASN kembali ke instansi asal pasca-pelatihan (1,5-2 bulan), dengan potensi aktivasi Komcad hanya saat darurat.
Dianggap Boros Anggaran
Rencana ASN ikut pelatihan Komcad ini dinilai sebagai langkah pemborosan anggaran.
Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman N Suparman mengatakan, program Komcad tidak sejalan dengan penguatan fungsi tugas dan peran ASN.
Baca juga: Datang ke Kantor Pusat Bea Cukai, Penyidik KPK Langsung Tangkap Budiman Bayu
Urusan bela negara, katanya, semestinya fokus dijalankan pada lingkungan militer yang memiliki fungsi pertahanan.
”Fungsi tugas dan peran ASN lebih bela negara secara internal dengan meningkatkan performa terkait kebijakan publik, pelayanan publik, dan perekat sekaligus pemersatu bangsa,” kata Herman.
Herman menyatakan, upaya peningkatan kapasitas ASN hendaknya menyentuh pada tataran integritas dan kapasitas.
Salah satu langkah yang bisa ditempuhnya ialah meningkatkan pengawasan atas kode etik dan kode perilaku.
Baca juga: Terungkap Peran Koh Erwin Bandar yang Kasih Jatah Kapolres 400 Juta tiap Bulan
Adapun basis orientasinya ditekankan pada seberapa optimal pelayanan publik dijalankan.
Di sisi lain, lanjut Herman, program itu justru bakal menambah beban fiskal negara.
Apalagi pemerintah membutuhkan banyak anggaran untuk sederet program prioritasnya.
”Menurut kami, program-program itu sebetulnya memboroskan anggaran. Semestinya hanya fokus di upaya peningkatan kapasitas ASN dengan fungsi ASN. Bukan di luar tupoksi mereka,” kata Herman.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Marinir-latih-Komcad-ASN-2026.jpg)