Berita Nasional

6 Poin Ceramah Jusuf Kalla yang Paling Disorot, Kalimat soal Mati Syahid Kini Jadi Polemik

Berikut enam poin lengkap pernyataan Jusuf Kalla, termasuk bagian yang memicu polemik, disampaikan secara utuh:

Kompas.com
LAPORKAN RISMON - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla usai membuat laporan polisi di Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026). JK melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan pendanaan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati ) 

"Sebab kedua contohnya politik atau sosial. Masalah politik banyak masalah sosial seperti Kalimantan antara Madura dengan Dayak itu masalah sosial dan beberapa tempat."

"Ada juga konflik karena wilayah, persoalan di wilayah. Contohnya kita konflik dengan timor-timur karena kita ambil kita rebut wilayahnya. Dia ingin merdeka hanya peranglah bertahun-tahun. Papua konflik sekarang karena wilayah."

"Artinya konflik karena ideologi seperti Madiun. Komunis Madiun karena ideologi G30S itu ideologi."

Ia menambahkan bahwa konflik agama sering kali merupakan akibat lanjutan dari ketidakadilan.

"Ada juga karena agama walaupun didahului dengan ketidakadilan kemudian akibatnya konflik keagamaan kayak Poso, Ambon, DI/TII."

5. Pernyataan Lengkap Soal “Mati Syahid” yang Jadi Polemik

Dalam ceramahnya, Jusuf Kalla juga menjelaskan mengapa agama kerap dijadikan alasan dalam konflik, yang kemudian menjadi bagian pernyataan yang viral dan menuai polemik.

Ia mengatakan, "Kenapa agama gampang menjadi jadikan alasan konflik kayak di Poso, Ambon?"

Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya keyakinan dari pihak-pihak yang bertikai mengenai konsep “syahid”.

"Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang mati atau mematikan itu syahid."

Ia melanjutkan penjelasannya dengan menggambarkan cara pandang tersebut di kedua pihak.

"Semua pihak Kristen juga berpikir begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti."

Ia menegaskan bahwa konflik akan semakin sulit dihentikan ketika dibingkai dalam narasi agama.

"Kalau konfliknya orang membawanya ke agama."

Pernyataan lengkap ini kemudian dipotong dan tersebar di media sosial, sehingga memicu polemik dan berbagai interpretasi publik.

6. Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kewajiban konstitusional untuk berperan dalam menjaga perdamaian dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved