Berita Internasional
Ultimatum Iran, Presiden AS Donald Trump: Jika Negoisasi Gagal, Serangan Besar Siap Diluncurkan
Trump bahkan memberi tenggat waktu singkat kepada Iran untuk mematuhi tuntutan, dengan peringatan
TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Iran kembali memanas setelah ultimatum keras dilontarkan terkait negosiasi yang masih buntu.
Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat berujung pada aksi militer besar-besaran yang telah disiapkan sebelumnya.
Ancaman ini muncul di tengah konflik yang terus meningkat, terutama menyangkut isu nuklir dan keamanan jalur strategis Selat Hormuz.
Trump bahkan memberi tenggat waktu singkat kepada Iran untuk mematuhi tuntutan, dengan peringatan bahwa “konsekuensi besar” akan terjadi jika diabaikan.
Di sisi lain, Iran menanggapi ultimatum tersebut dengan sikap keras dan menolak tekanan yang dianggap sebagai provokasi.
Situasi ini diperparah oleh mobilisasi kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah yang dinilai sebagai sinyal kesiapan tempur.
Meski sempat muncul upaya diplomasi dan gencatan senjata sementara, ketegangan masih jauh dari kata mereda.
Kini, dunia menanti apakah negosiasi akan berujung damai atau justru memicu konflik besar yang berdampak global.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah berlangsungnya proses negosiasi yang disebut-sebut krusial bagi meredakan ketegangan kedua negara.
Trump secara terbuka mengancam akan melakukan “penghancuran total” terhadap Iran apabila perundingan yang saat ini difasilitasi di Pakistan berujung gagal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat situasi geopolitik di kawasan masih berada dalam fase rapuh, menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan antara Washington dan Teheran.
Gencatan senjata itu menjadi momentum penting untuk membuka jalur diplomasi, meski diwarnai saling curiga yang belum sepenuhnya mereda.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja. Ia menyebut militer Amerika Serikat telah bersiap dengan kekuatan penuh, termasuk pengerahan persenjataan mutakhir.
“Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari yang kita gunakan sebelumnya,” ujar Trump, menggambarkan kesiapan militer negaranya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar retorika politik.
| Istri dan Selingkuhan Kepergok Berhubungan di Mobil, Suami Cedera saat Halangi Keduanya Kabur |
|
|---|
| Usai Trump Putuskan Gencatan Senjata, Nasib Netanyahu Terpojok, Dianggap Gagal Capai Target |
|
|---|
| Suami Selingkuh Lagi meski Sudah Diberi Kesempatan Kedua, Istri Putuskan Cerai setelah Melahirkan |
|
|---|
| Tak Gratis, Iran Tetap Berlakukan Tarif 34 M per Kapal Melintasi Selat Hormuz Meski Gencatan Senjata |
|
|---|
| Iran Umumkan Tarif Lewat Selat Hormuz Harus Bayar Pakai Bitcoin, 800 Kapal Tanker Masih Tertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-1.jpg)