Breaking News

Berita Internasional

Usai Trump Putuskan Gencatan Senjata, Nasib Netanyahu Terpojok, Dianggap Gagal Capai Target

Ia menilai Israel bahkan tidak dilibatkan dalam proses perundingan yang menentukan masa depan keamanan nasionalnya.

Kolase Tribun Medan/HO
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu - 

TRIBUN-MEDAN.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada dalam posisi sulit setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026.

Keputusan yang diambil Presiden AS Donald Trump itu dinilai membuat Israel justru menjadi pihak yang paling dirugikan dalam konflik tersebut.

Sebagaimana dilansir France24, Kamis (9/4/2026), Netanyahu disebut gagal mencapai target utama yang sebelumnya ia canangkan, mulai dari penggulingan rezim Iran, penghancuran kemampuan rudal balistik Teheran, hingga penghapusan ancaman nuklir.

Meski demikian, dalam pernyataan resminya, Netanyahu tidak secara terbuka menyinggung kegagalan tersebut.

Kegagalan Strategis dan Kritik Oposisi

Dikutip dari Kompas.com, kritik keras datang dari pemimpin oposisi Yair Lapid yang menyebut situasi ini sebagai kegagalan diplomatik dan keamanan terbesar dalam sejarah Israel. 

Ia menilai Israel bahkan tidak dilibatkan dalam proses perundingan yang menentukan masa depan keamanan nasionalnya.

Senada, tokoh politik Yair Golan menyebut gencatan senjata tersebut sebagai kegagalan strategis yang membahayakan masa depan Israel.

Ia menilai janji kemenangan besar yang disampaikan Netanyahu tidak terbukti.

Dinilai Sejak Awal Bermasalah

Sejumlah analis menilai kegagalan ini sudah terlihat sejak awal perencanaan perang.

Koresponden militer Amos Harel menyebut strategi yang digunakan cenderung spekulatif, minim perencanaan matang, dan mengabaikan masukan para ahli.

Sementara itu, laporan intelijen AS sebelumnya bahkan menilai prediksi Israel soal potensi pergantian rezim di Iran sebagai tidak realistis.

Faktanya, pemerintahan di Teheran tetap bertahan meski mendapat tekanan militer selama satu bulan terakhir.

Israel Makin Terpinggirkan

Situasi semakin memperburuk posisi Israel setelah laporan menyebut Netanyahu sempat mendesak Trump agar tidak menyetujui gencatan senjata.

Namun, keputusan tetap diambil tanpa mengakomodasi keinginan Israel.

Di sisi lain, kekuatan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) justru dinilai semakin solid setelah mampu bertahan dari serangan.

Kesepakatan yang tercapai bahkan disebut mendekati kerangka perjanjian nuklir era Barack Obama, yang sebelumnya ditentang keras oleh Netanyahu.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved