Berita Viral

MOTJABA Khamenei Tegaskan Tak Ingin Perang dengan Israel-AS: Tapi Kami Tak Akan Lepaskan Hak Kami

Perang Iran vs Israel belum juga selesai. Perang ini semakin panas dan belum menmukan titik damai. 

TRIBUN MEDAN/Istimewa/(WIKIMEDIA COMMONS via WION)
Mojtaba Khamenei (kanan), putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kiri). 

TRIBUN-MEDAN.com - Perang Iran vs Israel belum juga selesai. Perang ini semakin panas dan belum menmukan titik damai. 

Pemimpin tertinggi Iran, Motjaba Khamenei menegaskan bahwa tidak menginginkan perang dengan Israel-Amerika Serikat. 

Meski demikian, dalam pesan tertulis yang dirilis Kamis (9/4/2026), ia menjamin Teheran akan tetap berdiri teguh dalam melindungi hak-hak nasional bangsanya.

“Kami tidak mencari perang dan kami tidak menginginkannya,” katanya dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah, bertepatan dengan 40 hari sejak ayahnya, Ali Khamenei, terbunuh pada 28 Februari 2026, hari pertama perang.

“Namun kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun, dan dalam hal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan,” tambahnya, yang tampaknya merujuk pada Lebanon tempat Israel berperang dengan sekutu Teheran, Hizbullah.

Dilansir Al Arabiya, Iran pekan ini menyetujui gencatan senjata rapuh selama dua minggu dengan Amerika Serikat yang dapat mengarah pada negosiasi perdamaian setelah ancaman pemusnahan dari Presiden AS Donald Trump.

Khamenei mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka "tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan" meskipun gencatan senjata telah diumumkan.

Khamenei juga mendesak warga Iran untuk menghindari berinteraksi dengan media yang "didukung oleh musuh."

“Suara Anda di ruang publik tidak diragukan lagi berpengaruh pada hasil negosiasi,” katanya, menurut pesan yang disiarkan di televisi pemerintah.

Baca juga: ASN Medan Dianjurkan Naik Sepeda hingga Kendaraan Listrik

Baca juga: BRIN dan DPR RI Dorong Pengolahan Sampah di Medan, Latih Warga Ubah Jadi Energi

Pesan Iran ke AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan akan menjadi "bodoh" bagi Amerika Serikat untuk membiarkan Israel membahayakan gencatan senjata regional dengan melanjutkan serangan intensifnya terhadap Lebanon, yang telah menewaskan ratusan orang sejak gencatan senjata diberlakukan.

Araghchi mencatat bahwa persidangan korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026).

Ia menduga bahwa PM Israel itu memiliki motif tersembunyi untuk melanjutkan pertempuran.

“Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya,” ungkap Araghchi, Kamis, dikutip dari Al Jazeera.

Kemudian, ia menambahkan pesan untuk AS, yang membantah bahwa Lebanon termasuk dalam gencatan senjata awal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved