Berita Viral

RS Hasan Sadikin Minta Maaf Insiden Bayi Nyaris Tertukar Gegara Miskomunikasi, Nina Saleha Kecewa

RSUP Dr. Hasan Sadikin meminta maaf insiden bayi nyaris tertukar. Bayi dari ibu Nina Saleha (37) nyaris tertukar karena kelalaian perawat

TRIBUN MEDAN
BAYI TERTUKAR - Ibu bayi yang nyaris tertukar di RSHS, Nina Saleha saat ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (9/4/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung meminta maaf insiden bayi nyaris tertukar. Bayi dari ibu Nina Saleha (37) nyaris tertukar karena kelalaian perawat di ruang NICU.  

Pihak rumah sakit menyampaikan permintaan maaf resmi sekaligus mengakui adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penanganan bayi, termasuk pada tahapan verifikasi identitas pasien. 

Manajemen juga menyebut telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga pasien untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. 

“Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin telah melakukan kunjungan dan berkomunikasi dengan Bu Nina Saleha atas keluhan sebagaimana dimaksud dan keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan,” tulis pihak manajemen dalam keterangannya dilansir dari Tribunjabar, Jumat (10/4/2026).

Selain permintaan maaf, pihak RSHS menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan pasien dan prosedur identifikasi di ruang perawatan intensif. 

Langkah ini juga menjadi sorotan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang memastikan akan turun tangan melakukan evaluasi mutu layanan di rumah sakit tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit dan akan melakukan peninjauan langsung. 

“Kami tadi sudah berkoordinasi, jadi rencana dari pihak kami akan berkunjung ke RSHS,” ujarnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak 11 April 2026, Tetap Optimis Jangan Pantang Menyerah

Baca juga: KASUS Apa yang Disembunyikan Ahmad Sahroni sehingga Pegawai KPK Gadungan Bisa Memerasnya Rp300 Juta

Vini menegaskan bahwa evaluasi akan difokuskan pada kepatuhan SOP di seluruh lini pelayanan, terutama yang menyangkut keselamatan pasien bayi. 

Menurutnya, pengawasan ini penting karena rumah sakit memiliki kewajiban memastikan setiap tindakan medis sesuai standar yang berlaku. 

“Ya, namanya mutu layanan berarti pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien, dari segi keselamatan pasien itu yang nanti kita ingatkan di RSHS-nya,” katanya.

Sebelumnya, insiden ini mencuat setelah Nina Salehah membagikan pengalamannya melalui media sosial TikTok. 

Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa saat proses kepulangan dari Gedung KIA RSHS Bandung, bayinya sempat diserahkan kepada keluarga lain akibat miskomunikasi di ruang perawatan. 

Nina juga menyoroti pelepasan gelang identitas bayi yang membuatnya khawatir terhadap potensi kesalahan identifikasi sebelum akhirnya persoalan tersebut diklaim telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak rumah sakit.

Baca juga: Penyekapan Mahasiswi di Asahan Dinilai Praktisi Hukum Sebagai Tindak Pidana Serius

Baca juga: Nasib Pernikahan Sejenis di Malang, Cuma Bertahan 1 Hari, Intan Kecewa Ternyata Suaminya Wanita

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved