Berita Viral
ALASAN Candra Aniaya Rekannya Hingga Tewas di Kebun Sawit, Ngaku Khawatir Diserang Duluan
Pria di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel, Candra (28) membunuh rekannya Suphiri Paizi (35) di kebun sawit
TRIBUN-MEDAN.com - Pria di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel, Candra (28) membunuh rekannya Suphiri Paizi (35) di kebun sawit pada Rabu (8/4/2026) pukul 02.00 Wib dini hari.
Candra membunuh Suphiri karena merasa terancam dan takut dengan aksi korban.
Mereka telah selisih paham hingga burujung pada penganiayaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah pondok di lahan kebun kelapa sawit milik PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang.
Korban diduga tewas di tangan Candra (28), warga Desa Teluk Kijing I, Kecamatan Lais.
Korban mengalami luka serius di bagian kepala belakang, leher, punggung, bahu, pelipis hingga lengan, yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Muba, AKP S. Hutahaean membenarkan adanya peristiwa tersebut dan telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pembunuhan di wilayah hukum Polsek Keluang tersebut.
"Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Korban meninggal dunia dengan luka serius akibat kekerasan benda tajam,” kata S. Hutahaean, Kamis (9/4/2026) malam.
Baca juga: Diduga Kekurangan Oksigen, Andi Syahputra Ditemukan Tewas saat Perbaiki Sumur
Baca juga: DEDI MULYADI Copot Kepala Samsat Soekarno-Hatta Karena Pegawai Minta KTP ke Warga yang Bayar Pajak
Setelah menerima laporan, tim dari Polsek Keluang langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB, setelah sebelumnya pelaku mengakui perbuatannya kepada warga.
“Pelaku diamankan setelah adanya informasi dari masyarakat mengenai seorang pria dengan luka di tangan kiri yang mengaku telah melakukan pembunuhan. Anggota langsung bergerak dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Polsek Keluang,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah menghabisi nyawa korban.
Aksi tersebut diduga dipicu rasa takut karena merasa terancam oleh korban.
“Sejauh ini motif pelaku karena merasa terancam, sehingga melakukan penyerangan hingga korban meninggal dunia. Namun, kasus ini masih kami dalami,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian milik pelaku serta sarung senjata tajam jenis parang.
“Saat ini pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini masih terus kami dalami,” tutupnya.
Baca juga: Diduga Kekurangan Oksigen, Andi Syahputra Ditemukan Tewas saat Perbaiki Sumur
Baca juga: DEDI MULYADI Copot Kepala Samsat Soekarno-Hatta Karena Pegawai Minta KTP ke Warga yang Bayar Pajak
Baca juga: Siantar Targetkan Retribusi Sampah Rp 7,7 Miliar, Pembayaran melalui Loket Pembayaran PDAM
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribun-sumsel
| DEDI MULYADI Copot Kepala Samsat Soekarno-Hatta Karena Pegawai Minta KTP ke Warga yang Bayar Pajak |
|
|---|
| NASIB Briptu BTS Rekam Polwan di Toilet Asrama, Dilaporkan ke Bid Propam Polda Jawa Tengah |
|
|---|
| NASIB Rifai Diusir Pria yang Numpang di Rumahnya, Diancam Pakai Parang, Barang-Barang Dijual |
|
|---|
| Prabowo Bilang Avtur Bisa Diproduksi dari Minyak Jelantah, Klaim Sudah Siapkan Langkah Strategis |
|
|---|
| SEBANYAK 254 Orang Tewas Terkena Serangan Rudal Israel, Lebanon Tetapkan Hari Berkabung Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuhandimubasdf.jpg)