Berita Internasional

Akhirnya Iran Melunak, Setuju Buka Kembali Selat Hormuz, Bisa Dilintasi 2 Minggu

Presiden AS, Donald Trump, dan pihak Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua minggu.

TRIBUN MEDAN/DOK GOOGLE MAPS
SELAT HORMUZ - Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadi titik vital distribusi sekitar sepertiga ekspor minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi global dan berdampak hingga ke Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Iran akhirnya melunak hingga menyetujui pembukaan akses ke Selat Hormuz, yang telah diblokade selama 39 hari terakhir sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.

Selat ini merupakan jalur maritim strategis yang vital bagi pengiriman minyak dan energi di seluruh dunia.

Kesepakatan ini tercapai melalui mediasi Pakistan.

Presiden AS, Donald Trump, dan pihak Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua minggu.

Menariknya, Trump kembali menarik ancamannya sendiri hanya satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan berakhir.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di Truth Social pada Selasa (7/4/2026), sebagaimana dilaporkan IRNA.

Trump menekankan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah.

Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi milik Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian.
Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi milik Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian. (TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS)

“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan pasti mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Trump menambahkan, “Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami yakin itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi jangka waktu dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.”

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa gencatan senjata akan efektif segera setelah Iran membuka Selat Hormuz.

Periode dua minggu ini dianggap krusial untuk menyelesaikan kesepakatan dan memastikan implementasinya berjalan lancar, kata Presiden AS.

Sebelumnya, Presiden AS pada hari Minggu mengatakan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz adalah pada Selasa pukul delapan malam waktu setempat atau AS akan menghancurkan Iran dengan serangan dahsyat.

Israel, sekutu AS dalam agresinya terhadap Iran, dikabarkan juga menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.

"Israel telah menyetujui gencatan senjata sementara sebagai bagian dari gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump," kata seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CNN pada Rabu (8/4/2026) pagi.

Iran Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved