Berita Internasional

Beda dengan Indonesia, Kapal Tanker Malaysia Boleh Lewat Selat Hormuz, Iran Sudah Anggap Teman Setia

Melalui diskusi tersebut, Malaysia akhirnya mendapatkan izin untuk melintas Selat Hormuz secara bebas tanpa halangan berarti.

TRIBUN MEDAN/Istimewa/PIXABAY/GERHARD TRASCHUTZ)
Ilustrasi kapal tanker 

TRIBUN-MEDAN.com - Kedutaan Besar Iran di Malaysia memastikan bahwa pelayaran kapal perdana milik Kuala Lumpur melalui Selat Hormuz telah berjalan lancar dan aman. 

Pencapaian ini disebut sebagai bukti nyata menguatnya hubungan bilateral kedua negara di tengah dinamika geopolitik yang sempat memanas di jalur perairan internasional tersebut.

Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (6/4/2026), pihak Kedutaan Besar Iran menegaskan eratnya hubungan bilateral antara kedua negara menjadi hal yang mendasari kesepakatan dengan Negeri Jiran tersebut.

"Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. Kapal Malaysia pertama telah melewati Selat Hormuz," tulis pihak kedutaan dalam unggahan tersebut melansir dari Tribunnews.com.

Melengkapi caption tersebut, Kedubes Iran untuk Malaysia menyertai unggahan tersebut dengan foto sebuah kapal milik Malaysia tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Kelancaran jalur logistik ini tidak lepas dari intervensi tingkat tinggi antara pemerintah Malaysia dan Iran.

Anwar Ibrahim Telepon Langsung Presiden Iran

Sebelumnya pada hari Minggu (5/4/2026), Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia telah menggelar diskusi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Melalui diskusi tersebut, Malaysia akhirnya mendapatkan izin untuk melintas Selat Hormuz secara bebas tanpa halangan berarti.

Kebijakan ini pun menjadi angin segar bagi tujuh kapal Malaysia yang sebelumnya sempat terdampar di perairan tersebut.

"Saya memberi tahu Presiden Iran bahwa kapal-kapal kami masih terdampar di Selat Hormuz dan bahwa ini sangat penting untuk kebutuhan rakyat kami dan pasokan minyak nasional," ungkap Anwar seperti yang dikutip dari Bernama.

"Segera setelah panggilan telepon tersebut, ia menginstruksikan agar kapal-kapal Malaysia diberikan jalan," tambahnya saat berpidato dalam acara peluncuran Kolej Vokasional Pengerang di SMK Tanjung Pengelih, Pengerang, Johor.

Berdasarkan data pelacakan dari LSEG dan Kpler, salah satu kapal yang mendapat izin lintas adalah kapal tanker Ocean Thunder.

Kapal yang memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy dari Irak tersebut tercatat telah berlayar mendekati pantai Iran.

Kargo ini dimuat pada 2 Maret dan dijadwalkan akan bongkar muat di Pengerang, Malaysia, pada pertengahan April.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved