Berita Viral
Buntut Kematian Tragis Bripda Juventus, Kapolres Dogiyai Diganti, 148 Polisi Dikirim ke Papua Tengah
Bripda Juventus Edowai, anggota Polres Dogiyai, ditemukan meninggal dunia di dalam parit di Kampung Kimipugi, Distrik Kamuu, Dogiyai, Papua Tengah
TRIBUN-MEDAN.COM - Bripda Juventus Edowai, anggota Polres Dogiyai, ditemukan meninggal dunia di dalam parit di Kampung Kimipugi, Distrik Kamuu, Dogiyai, Papua Tengah, pada Selasa pagi (31/03/2026).
Korban diduga dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam, mengalami luka bacok serius di leher dan jari tangan.
Kematian Bripda Juventus ini menyebabkan situasi di Dogiyai mencekam, memicu kericuhan di Pasar Moanemani, hingga muncul rangkaian kekerasan susulan.
Buntut peristiwa ini, Kompol Yotbech Mince Mayor dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Dogiyai dan digantikan oleh AKBP Dennis Arya Putra. Hal itu untuk memulihkan situasi Kamtibmas pasca kericuhan.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., lewat surat perintah nomor: sprin/295/IV/KEP.2026 memerintahkan Kompol Yotbech Mince Mayor untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab jabatan sebagai Pamen Polda Papua Tengah dan menunjuk AKBP Dennis sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kapolres Dogiyai.
"Iya, ditarik ke Polda," kata Kapolda Papua Tengah singkat saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis Arya Putra, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus mengendalikan situasi kembali kondusif.
Oleh karena itu, Dennis meminta kepada seluruh pihak, Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.
"Sekarang yang kita utamakan adalah keselamatan masyarakat. Kita menjaga kondusifitas dulu baru melakukan semua pendalaman," ujar Dennis.
"Saya baru ditunjuk sebagai Plt, fokus saya kita menjaga kondusifitas dulu. Saya pastikan, kita memulihkan kondisi masyarakat, ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat bisa nyaman dalam beraktifitas,"sambungnya.
Jumlah Korban dari Kepolisian dan Sipil
Sebagaimana diberitakan, kericuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada Selasa, 31 Maret 2026, tak hanya menyebabkan korban meninggal dari Kepolisian tapi juga dari warga sipil.
Dari laporan yang diterima Komnas HAM Papua, terdapat lima warga sipil yang meninggal dunia dalam kericuhan yang terjadi.
"Dari data yang kami terima ada lima warga sipil dan satu Polisi meninggal dunia dalam kericuhan di Dogiyai pada Selasa lalu," kata Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey pada Senin (6/4/2026).
Meski begitu, Frits mengatakan, pihaknya akan ke Dogiyai untuk melakukan verifikasi terhadap jumlah pasti korban dari warga sipil.
Kematian Tragis Bripda Juventus Edowai
Kapolres Dogiyai Diganti
Bripda Juventus Edowai Dibunuh OTK
| Pelaku Utama Pemalakan yang Menewaskan Ayah Pengantin di Purwakarta Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| TERUNGKAP di Persidangan Fakta Baru Kasus Kematian Dosen Levi, AKBP Basuki Terancam 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Dua Polisi Ribut di Valerie Cafe, Kapolres: Tidak Akan Menoleransi Segala Bentuk Pelanggaran Hukum |
|
|---|
| AKHIRNYA Bandar Narkoba di Balik Penyuap Eks Kapolres Bima Ditangkap di Penang Malaysia |
|
|---|
| SETELAH Tewas di Irigasi, Suparmi Kaget Ternyata Ibunya yang ODGJ Sembunyikan Uang Jutaan di Jarik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bripda-Juventus-Tewas-dibacok-OTK.jpg)