Berita Viral
Dapur MBG di Cakung Timur Belum Resmi Dibuka Langsung Ditutup, Bangunan Dekat Tumpukan Sampah
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membatalkan izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Cakung Timur.
TRIBUN-MEDAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membatalkan izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Cakung Timur.
Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.
“Kami sudah reject (batalkan) izinnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Pembatalan izin tersebut bukan tanpa alasan. Dapur yang direncanakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai tidak memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Salah satu pelanggaran paling mencolok adalah lokasinya yang jauh dari kata layak berada sangat dekat dengan tumpukan sampah.
Baca juga: Inara Rusli Ganti Nama Jadi Inarasati di Tengah Jalani Kasus, Diketawai Mawa
“Dapur umum dekat sampah kan itu menyalahi juknis. Tidak boleh dekat sampah, kandang binatang, dan lokasi-lokasi kotor lainnya,” jelas Nanik.
Meskipun SPPG tersebut belum sempat beroperasi, kondisi di lapangan sudah lebih dulu memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.
Gunungan Sampah dan Bau Menyengat
Pemandangan di depan bangunan tersebut memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Tumpukan sampah menggunung hingga mencapai sekitar dua meter, bahkan sebagian meluber ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Bau tak sedap menyengat udara, sementara lalat beterbangan tanpa henti di sekitarnya.
Ketua RT 001 RW 003 Cakung Timur, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa lokasi itu awalnya merupakan tempat penampungan sampah milik warga setempat.
Baca juga: SBY Angkat Bicara Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dukung Prabowo Desak Investigasi
Namun, situasi berubah ketika warga dari luar kawasan ikut membuang sampah di sana, hingga akhirnya menumpuk tak terkendali.
“Padahal itu milik RW, patroli RW yang jaga. Tapi karena dibuang sembarangan, orang mengira ini TPS liar,” ungkap Anton.
Ia juga menambahkan bahwa penumpukan sampah semakin parah akibat kendala dalam proses pengangkutan menuju TPST Bantargebang.
Baca juga: JUSUF Kalla Anjurkan Pemerintah Naikkan Harga BBM, Utang Potensi Makin Membengkak
Gudang Lama Disulap Jadi Dapur Program
| SBY Angkat Bicara Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dukung Prabowo Desak Investigasi |
|
|---|
| Heboh Mahasiswi Korban Pelecehan Jadi Tersangka, Dituduh Buka Ponsel Kepala Kantor Pos Tanpa Izin |
|
|---|
| Alasan Aipda Vicky Mundur dari Polisi usai Tangani Korupsi, Kini Tertawa Sambil Jualan Kopi |
|
|---|
| Respons Rismon Sianipar Santai Dipolisikan Jusuf Kalla: Tak Segampang Itu Bikin Laporan |
|
|---|
| Duduk Perkara Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok, Motif Pelaku hingga Polisi Identifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dapur-MBG-cakung.jpg)