Berita Viral

Dapur MBG di Cakung Timur Belum Resmi Dibuka Langsung Ditutup, Bangunan Dekat Tumpukan Sampah

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membatalkan izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Cakung Timur.

Kompas.com
POLEMIK PROGRAM MBG - Tumpukan sampah di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cakung Timur #018 atau Dapur Tunas Cakung 2, Jakarta Timur, disebut berasal dari pembuangan ilegal warga luar wilayah, Sabtu (4/4/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membatalkan izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Cakung Timur.

Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.

“Kami sudah reject (batalkan) izinnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (5/4/2026).

Pembatalan izin tersebut bukan tanpa alasan. Dapur yang direncanakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai tidak memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Salah satu pelanggaran paling mencolok adalah lokasinya yang jauh dari kata layak berada sangat dekat dengan tumpukan sampah.

Baca juga: Inara Rusli Ganti Nama Jadi Inarasati di Tengah Jalani Kasus, Diketawai Mawa

“Dapur umum dekat sampah kan itu menyalahi juknis. Tidak boleh dekat sampah, kandang binatang, dan lokasi-lokasi kotor lainnya,” jelas Nanik.

Meskipun SPPG tersebut belum sempat beroperasi, kondisi di lapangan sudah lebih dulu memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.

Gunungan Sampah dan Bau Menyengat

Pemandangan di depan bangunan tersebut memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Tumpukan sampah menggunung hingga mencapai sekitar dua meter, bahkan sebagian meluber ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Bau tak sedap menyengat udara, sementara lalat beterbangan tanpa henti di sekitarnya.

Ketua RT 001 RW 003 Cakung Timur, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa lokasi itu awalnya merupakan tempat penampungan sampah milik warga setempat.

Baca juga: SBY Angkat Bicara Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dukung Prabowo Desak Investigasi

Namun, situasi berubah ketika warga dari luar kawasan ikut membuang sampah di sana, hingga akhirnya menumpuk tak terkendali.

“Padahal itu milik RW, patroli RW yang jaga. Tapi karena dibuang sembarangan, orang mengira ini TPS liar,” ungkap Anton.

Ia juga menambahkan bahwa penumpukan sampah semakin parah akibat kendala dalam proses pengangkutan menuju TPST Bantargebang.

Baca juga: JUSUF Kalla Anjurkan Pemerintah Naikkan Harga BBM, Utang Potensi Makin Membengkak

Gudang Lama Disulap Jadi Dapur Program

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved