Berita Viral

2 Lurah Babak Belur Usai Ketahuan Selingkuh, Ramai-ramai Dihajar Keluarga Suami dan Warga

Informasi yang beredar di lingkungan sekitar menyebutkan, kemarahan keluarga dipicu dugaan hubungan khusus antara RT dan LA.

TRIBUN MEDAN/Pos Kupang
DIDUGA SELINGKUH - Dua oknum lurah babak belur dihajar keluarga diduga gara-gara bermain serong. Keduanya ditemukan dalam satu rumah hingga larut malam meski bukan sebagai suami istri. 

TRIBUN-MEDAN.com - Lampu di satu rumah di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, masih menyala ketika suasana tiba-tiba berubah tegang pada Jumat (3/4/2026) dini hari. Beberapa warga mulai berkumpul di depan rumah itu, sementara suara cekcok terdengar dari dalam.

Tak lama kemudian, keributan pecah. Dua orang pejabat kelurahan terlihat menjadi sasaran amarah sekelompok orang.

Situasi yang awalnya sunyi di tengah malam mendadak berubah ricuh hingga menarik perhatian warga sekitar.

Keduanya adalah Lurah Tode Kisar berinisial RT (57, pria) dan Pelaksana Tugas Lurah Fontein berinisial LA (43, wanita).

Mereka diduga mengalami penganiayaan setelah RT ditemukan berada di rumah LA hingga larut malam.

Informasi yang beredar di lingkungan sekitar menyebutkan, kemarahan keluarga dipicu dugaan hubungan khusus antara RT dan LA.

Keduanya diketahui sama-sama telah berkeluarga, sehingga keberadaan RT di rumah LA pada waktu tersebut memicu kecurigaan.

Di tengah situasi yang semakin panas, sejumlah warga disebut ikut tersulut emosi. RT dan LA pun diduga dihajar oleh suami LA bersama beberapa anggota keluarganya.

Meski mengalami luka cukup parah hingga berlumuran darah, kedua korban akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim patroli Raimas dari Polda Nusa Tenggara Timur yang sedang berpatroli di sekitar lokasi setelah menerima laporan dugaan penganiayaan.

Dikutip dari Pos-Kupang.com, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Henry Novika Candra, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang melibatkan dua pejabat kelurahan tersebut.

“Benar ada kasus penganiayaan terhadap dua orang yang saat ini ditangani oleh Polda NTT. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Henry Novika Candra kepada media, Sabtu (4/4/2026).

Tim patroli Perintis Presisi yang dipimpin Danton Raimas, Dickson Hermanus Lay, bersama piket Provos Bidang Propam segera menuju lokasi setelah menerima laporan.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas langsung mengamankan RT dan LA yang saat itu sudah mengalami luka akibat penganiayaan. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini belum diperoleh informasi lanjutan apakah RT maupun LA telah membuat laporan resmi terkait kasus penganiayaan tersebut.

Sementara itu, kedua korban juga belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis akibat luka serius yang mereka alami.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved